Keputusan yang keluar pada Jumat (7/5) oleh kelompok penasihat teknis WHO, memberikan kesempatan kepada vaksin tersebut untuk ikut mendukung program COVAX yang diprakarsai PBB dalam distribusi vaksin untuk negara-negara miskin dan berkembang.
“Sore ini, WHO memberikan daftar penggunaan darurat untuk menandatangani vaksin Covid-19 Beijing, menjadikannya vaksin keenam yang menerima validasi WHO untuk keamanan, kemanjuran dan kualitas,†kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhahom Ghebreyesus, seperti dikutip dari
Aljazeera, Jumat.
Penasihat senior WHO Bruce Aylward mengatakan mengenai berapa banyak dukungan yang bisa diberikan oleh China terhadap program tersebut, itu semua tergantung kepada keputusan pihak Sinopharm sendiri.
“Mereka berusaha untuk memberikan dukungan yang substansial, membuat dosis untuk dukungan kepada Covax. Sementara pada saat yang sama tentu saja mereka juga mencoba untuk tetap melayani penduduk China."
Sinophrarm adalah salah satu dari dua vaksin coronavirus buatan China yang telah diberikan kepada ratusan juta orang di China dan di negara-negara lain.
BERITA TERKAIT: