Perpanjangan berlaku dari 5 Februari hingga 18 Februari. Di mana sebelumnya MCO diterapkan dari 22 Januari hingga 4 Februari untuk menghentikan penyebaran virus corona.
Menteri Pertahanan Ismail Sabi Yaakob menyebut, perpanjangan MCO dilakukan karena kasus harian Covid-19 di semua negara masih mengalami tren peningkatan.
"Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa kasus harian di semua negara bagian ini masih menunjukkan tren yang meningkat, dengan tingkat kepositifan dalam kelompok antara 20 hingga 40 persen," ujar Ismail pada konferensi pers Selasa (2/2), seperti dikutip
CNA.
"Selain itu, penyebaran sporadis di masyarakat juga tinggi, baik yang melibatkan warga maupun non warga," tambahnya.
Khusus untuk Serawak, Ismail melanjutkan, pemerintah melanjutkan perintah kontrok gerakan bersyarat (CMCO).
"Perjalanan antarnegara masih tidak diizinkan," tambahnya.
Malaysia memberlakukan MCO untuk pertama kalinya pada Maret 2020, di mana hampir semua kegiatan ekonomi terhenti, kecuali layanan penting seperti supermarket dan apotek.
Penguncian ketat tersebut berhasil mengurangi kasus Covid-19 di Malaysia menjadi satu digit pada paruh pertama 2020. Keberhasilan itu membuat MCO diganti dengan CMCO dan perintah kontrol gerakan pemulihan (RMCO).
Sementara untuk kali ini, MCO tidak diberlakukan secara ketat karena ada lebih banyak sektor ekonomi yang bergerak.
BERITA TERKAIT: