Jenazah Surakhman Ditemukan

Kantor SAR Banten Belum Buka Kembali Operasi Pencarian, Begini Penjelasannya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/bonfilio-mahendra-1'>BONFILIO MAHENDRA</a>
LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA
  • Rabu, 23 September 2026, 19:12 WIB
Kantor SAR Banten Belum Buka Kembali Operasi Pencarian, Begini Penjelasannya
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Kantor SAR Banten tidak langsung memutuskan untuk membuka kembali operasi pencarian kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak bersama rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda saat melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Hal itu dilakukan walaupun jenazah kru kapal Arupadhatu 1 atas nama Surakhman (50) sudah teridentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad, menjelaskan keputusan tersebut diambil karena operasi SAR sudah berlangsung selama tujuh hari dan juga sudah diperpanjang selama tiga hari. Artinya sudah sepuluh hari pencarian dan tidak kunjung membuahkan hasil.

"Sampai tanggal 14 kita evaluasi, kita perpanjang 3 hari. Setelah 3 hari itu tidak ada tanda-tanda korban, makanya kita lakukan dengan tindak lanjut e-broadcast dan pemapelan,” kata Al Amrad kepada wartawan pada Rabu, 23 September 2026.

Meski begitu, Amrad menerangkan saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu dan Kantor SAR Lampung yang berada di wilayah pesisir, serta para nelayan di sekitar untuk melaporkan bila ada temuan jenazah.

“Hingga saat ini Bengkulu masih melaksanakan koordinasi dan itu nihil, termasuk yang di wilayah Lebak. Nah, jadi tindakan yang kita ambil setelah tanggal 17 seperti yang kami sampaikan di awal adalah pemapelan termasuk e-broadcast terhadap instansi terkait, termasuk nelayan dan para masyarakat yang di pesisir, termasuk yang di sekitar Pulau Enggano,” jelas Amrad.

Senada dengan Amrad, Kapolda Banten, Irjen Hengki meminta peran serta nelayan untuk membantu menginformasikan bila ada perkembangan terkini sangat diperlukan.

“Bilamana menemukan, ada menemukan seperti hal yang sama di Pulau Enggano, ada jenazah di bibir pantai, di mana pun, apalagi di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau Selat Sunda, maka segera memberitahu kepada kepolisian, Basarnas, pemerintah daerah, kepala desa, RT/RW, supaya kita bisa lakukan hal yang sama dengan ditemukannya Mr. X di Pulau Enggano, Bengkulu Utara,” tegas Hengki. 

Sejauh ini, selain Surakhman, masih ada tujuh orang yang belum ditemukan yakni Warta (55) selaku Kapten Kapal dan ?Heriyanto (49) selaku guide.

Lalu, untuk kelompok wartawan ada M. Bagus Khoirunnas dari Antara, ?Arie Basuki dari Merdeka, Yudistiro Pranoto dari Inews, Firdaus Wajidi dari Anadolu, dan Donal Husni freelance.rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA