Perbatasan Myanmar-Thailand selama ini rentan terhadap masuknya pekerja Burma (Myanmar) secara ilegal. Peristiwa Kudeta dikhawatirkan akan menciptakan lonjakan migran ilegal.
Pada Senin (1/2) dini hari, Militer Burma menangkap pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dan pejabat tinggi lainnya. Militer merebut kekuasaan di Myanmar setelah menyuarakan keprihatinan tentang legitimasi pemilihan umum baru-baru ini yang dianggap curang, di mana Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) menang telak.
Perebutan kekuasaan itu merupakan puncak dari ketegangan yang berlarut-larut.
Komandan Angkatan Darat Thailand, Apichet Suesat, berusaha meredakan kekhawatirkan warganya dengan mengatakan bahwa kudeta militer di Myanmar tidak akan berdampak pada lonjakan migran. Jajarannya akan terus menjaga perbatasan antara Thailand dan Myanmar dan siapa pun yang mencoba memasuki Kerajaan secara ilegal akan ditangkap.
“Kami terus memantau situasi. Orang-orang Burma sendiri mungkin tidak terpengaruh, tetapi saya mengatakan kepada tentara untuk meningkatkan inspeksi di perbatasan jika ada politisi atau VIP Burma masuk ke negara itu untuk bersembunyi," kata Apichet.
Bangkok Post melaporkan, Apichet mengklaim bahwa kelompok etnis minoritas di daerah perbatasan negara tetangga kemungkinan tidak akan terpengaruh oleh perkembangan terakhir.
Sebelumnya, pejabat perbatasan memulangkan 106 pekerja Burma yang mencoba memasuki Kerajaan Thailand secara ilegal di perbatasan Mae Sot di provinsi utara Chiang Rai. Mereka dikembalikan ke kota Kawthaung di Burma. Saat ini, tidak ada lonjakan mencolok dalam penyeberangan perbatasan ilegal sejak kudeta militer.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Tanee Sangrat, mengatakan para pejabat terus melakukan komunikasi dengan Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Yangon. Warga Thailand ang berada di Myanmar agar mengikuti perkembangan dan memperhatikan pengumuman resmi.
“Myanmar adalah tetangga dekat Thailand dan anggota penting ASEAN. Thailand berharap untuk melihat perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di Myanmar, dan bahwa situasi saat ini diselesaikan secara damai dengan kembali ke keadaan normal segera untuk kepentingan rakyat Myanmar,†ujar Sangrat.
BERITA TERKAIT: