Kabar tersebut muncul dari percakapan yang disampaikan oleh para staf di Oval Office yang dikutip oleh
The New York Times.
Dalam sebuah pertemuan pada Agustus di Oval Office, Trump berteriak kepada Kushner, menyalahkannya karena tingginya jumlah tes yang membuat kasus Covid-19 di AS terbesar di dunia.
Lantaran selama kampanye dan debat dengan lawannya, Joe Biden, Trump kerap disalahkan atas besarnya angka tersebut.
"Kamu membunuhku! Semua ini! Kita punya semua kasus sialan itu," teriak Trump.
"Saya ingin melakukan apa yang dilakukan Meksiko. Mereka tidak akan memberi tes sampai mereka berada di ruang gawat darurat dan mereka muntah," tambahnya.
Dimuat
Sputnik, pertemuan itu dilaporkan berlangsung pada 19 Agustus, dan rupanya Trump menjadi marah setelah jajak pendapat yang dilakukan oleh Tony Fabrizio menunjukkan, penggunaan masker dapat diterima bahkan di antara pendukung Trump.
Jajak pendapat Fabrizio sendiri diketahui didukung oleh Kushner, yang selama ini menyebut mereka yang memakai masker tidak masuk akal.
"Saya akan kalah. Dan itu akan menjadi salahmu, karena tes," kata Trump kepada Kushner selama persiapan debat.
Lebih lanjut, Trump juga yakin bahwa para pejabat tinggi kesehatan, ilmuwan, dan dokter telah bersekongkol mencegahnya menang.
"Mereka Demokrat! Mereka melawan saya! Mereka ingin menunggu!" seru Trump, merujuk pada lambatnya persetujuan darurat penggunaan metode plasma untuk pengobatan Covid-19.
Berdasarkan hasil Electoral College pada 14 Desember, Biden memenangkan tiket ke Gedung Putih, mengalahkan Trump dengan sejumlah kampanye, termasuk wajib penggunaan masker.
Sejauh ini, AS sudah mengonfirmasi lebih dari 19 juta kasus Covid-19 dengan lebih dari 345 ribu kematian.
BERITA TERKAIT: