Tahun ini, keluarga di seluruh Meksiko mengurangi perayaan Natal untuk menghindari penyebaran virus corona, sementara yang lainnya menghabiskan liburan sendirian setelah kehilangan orang yang dicintai karena pandemi yang telah menewaskan lebih dari 120 ribu orang di negara itu.
Di Mexico City, seorang penghuni apartemen yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima, Wendolin Garcia Ramos, menghiasi tempat tinggalnya dengan pohon natal dan dekorasi lampu Natal yang berwarna-warni. Tapi tahun ini dia hanya menghabiskan malam Natal sendirian setelah pandemi merenggut nyawa tunangannya, serta orangtua dan saudara laki-lakinya.
“Kami memiliki begitu banyak rencana,†katanya sambil menghapus air mata, dan berdiri di samping altar foto orang-orang terkasihnya yang sudah tiada.
“Tahun depan kami berencana menikah,†kenangnya sedih, seperti dikutip dari
Reuters, Sabtu (26/12).
Kisah mengharukan lainnya meluncur dari Marcela Hernandez dan suaminya, Juan Carlos Roque. Mereka mengadakan makan malam kecil pada malam Natal bersama kedua anak mereka di rumah mereka di Negara Bagian Meksiko.
Mereka memutuskan melakukan video call dengan anggota keluarga lainnya, daripada mengambil risiko mengunjungi mereka.
“Sungguh tragis pada saat ini bagaimana keluarga kehilangan ibu, atau ayah, atau saudara laki-laki, atau anak-anak. Bagaimana beberapa keluarga benar-benar dipisahkan,†kata Juan Carlos Roque, yang pada Kamis (24/12) menerima salah satu dosis pertama dari vaksin virus corona yang diberikan di Meksiko.
Kementerian Kesehatan Meksiko Jumat (25/12) melaporkan 9.679 kasus infeksi virus corona baru yang dikonfirmasi serta 665 kematian tambahan, sehingga total di negara itu menjadi 1.372.243 kasus dan 121.837 kematian.
Pemerintah mengatakan jumlah sebenarnya orang yang terinfeksi kemungkinan jauh lebih tinggi daripada kasus yang dikonfirmasi.
BERITA TERKAIT: