Pernyataan Musk muncul setelah otoritas Meksiko mengumumkan tewasnya Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG).
Musk merespons pernyataan lama Sheinbaum pada 2025 yang menolak perang total terhadap kartel. Dalam video tersebut, Sheinbaum menegaskan bahwa kembali melancarkan perang terhadap pengedar narkoba bukanlah solusi dan justru berpotensi menjadi “izin untuk membunuh tanpa pengadilan”.
Menanggapi video itu, Musk melontarkan tudingan tajam melalui media sosial. Ia menyebut Sheinbaum “mengatakan apa yang diperintahkan bos kartelnya,” serta menyindir bahwa konsekuensi ketidakpatuhan akan lebih buruk dari sekadar “rencana peningkatan kinerja”.
Sheinbaum membantah keras tudingan tersebut. Ia menyebut klaim bahwa dirinya memimpin “pemerintahan narkoba” sebagai sesuatu yang absurd dan tidak berdasar.
“Kami sedang mempertimbangkan apakah akan mengambil tindakan hukum,” kata Sheinbaum, dikutip dari Reuters, Kamis, 26 Februari 2026.
Kematian El Mencho dalam operasi militer gabungan AS-Meksiko memicu gelombang kerusuhan di negara bagian Jalisco dan wilayah lain. Sejumlah kendaraan dibakar, jalan diblokir, serta bentrokan antara aparat keamanan dan kelompok kartel kembali terjadi. Situasi ini bahkan memunculkan kekhawatiran terkait stabilitas keamanan menjelang Piala Dunia FIFA 2026.
Sebagai catatan, pendekatan perang terhadap kartel pernah diterapkan pada 2006 di bawah Presiden Felipe Calderon. Kebijakan tersebut memicu eskalasi kekerasan berkepanjangan. Sheinbaum menegaskan operasi terbaru tidak menandakan kembalinya strategi lama itu dan menyatakan optimisme bahwa kondisi keamanan akan pulih secara bertahap.
BERITA TERKAIT: