Kepala negara dan Patriark Tertinggi berbicara tentang situasi yang terjadi di Armenia khususnya di Nagorno-Karabakh. Keduanya membicarakan solusi untuk mengatasi situasi tersebut.
Sarkissian dan Karekin II juga menyinggung pernyataan trilateral baru-baru ini ditandatangani tentang penyelesaian konflik Nagorno-Karabakh, seperti dikutip dari
Armen Press.
Sementara itu, situasi di Yerevan mulai mereda pasca keributan yang ditimbulkan oleh ratusan pengunjuk rasa yang meminta Perdana Menteri Nikol Pashinyan untuk mundur karena dianggap telah gagal menghentikan agresi Azerbaijan.
Mereka merasa dikhianati setelah Pashinyan menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran di Karabakh dan menyerahkan sebagian wilayah yang disengketakan ke Azerbaijan.
Konflik Nagorno-Karabakh masih menjadi PR besar bagi kedua negara yang bertikai, Armenia dan Azerbaijan. Negara-negara lain turut memberikan perhatiannya terhadap masalah ini termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang telah meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membentuk kelompok kerja bersama dalam menyelesaikan situasi di wilayah Nagorno-Karabakh.
Sesuai kesepakatan genjata senjata yang telah ditandatangani antara pemimpin Armenia dan Azerbaijan, Moscow telah mengerahkan 400 pasukan pedamaian Rusia ke wilayah konflik.
BERITA TERKAIT: