Menteri Pertahanan Armenia Sambut Kedatangan Komandan Pasukan Penjaga Perdamaian Rusia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 12 November 2020, 06:20 WIB
Menteri Pertahanan Armenia Sambut Kedatangan Komandan Pasukan Penjaga Perdamaian Rusia
Menhan Armenia Davit Tonoyan mengadakan pertemuan dengan Letnan Jenderal Rustam Muradov, Komandan kontingen penjaga perdamaian Rusia yang tiba pada Rabu 11 Nopember untuk mengawasi gencatan senjata di zona konflik Nagorno Karabakh./Net
rmol news logo Menteri Pertahanan David Tonoyan menerima Komandan Kontingen Penjaga Perdamaian Rusia, Letnan Jenderal Rustam Muradov, yang tiba di zona konflik Nagorno-Karabakh pada Rabu (11/11).

Muradov tiba bersama 400 pasukan penjaga perdamaian Rusia yang dikirim untuk mengisi pos-pos keamanan dan memantau mengendalikan gencatan senjata yang telah disepakati.

Layanan pers Kementerian Pertahanan Armenia mengatakan, Tonoyan berterima kasih atas pembentukan misi kontingen penjaga perdamaian Rusia dan menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan komprehensif selama misi tersebut.

Dalam pertemuan juga dibahas soal isu-isu yang terkait dengan organisasi dan implementasi misi oleh unit penjaga perdamaian.

Kepala Direktorat Operasi Utama Staf Umum RF Angkatan Darat Sergei Rudskoy sebelumnya menginformasikan, bahwa enam belas pos pengamatan akan didirikan di sepanjang Contact Line di Nagorno-Karabakh.

"Untuk mengontrol kepatuhan terhadap kesepakatan antara Armenia dan Azerbaijan, direncanakan untuk mendirikan 16 pos pengamatan di wilayah konflik, yaitu di Utara dan di Selatan," ujar Sergei Rudskoy.

Pasukan penjaga perdamaian Rusia itu akan ditempatkan di sepanjang Garis Kontak kedua belah pihak di Nagorno-Karabakh dan di sepanjang koridor Lachin.

Pos-pos tersebut, menurut Rudskoy, nantinya bertugas mengumpulkan informasi kasus-kasus pelanggaran gencatan senjata, lalu segera membawa data itu ke komando pasukan penjaga perdamaian, serta menjaga keamanan lalu lintas transit dan menekan tindakan ilegal terhadap warga sipil.

"Ini akan berkontribusi pada transisi awal menuju kehidupan damai dan kembalinya pengungsi," kata Rudskoy, seperti dikutip dari Arm Info, Rabu (11/11).

Untuk menjalankan misi penjaga perdamaian, hampir dua ribu prajurit, 90 pengangkut personel lapis baja dan 380 kendaraan akan dipindahkan ke zona konflik.

Komando pasukan penjaga perdamaian Federasi Rusia, yang akan mengelola operasi penjaga perdamaian di Nagorno-Karabakh, ditempatkan di Stepanakert. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA