Khamenei: Prancis Sudah Seharusnya Beri Dukungan Dan Belasungkawa Untuk Korban Pembunuhan, Tetapi Jangan Biarkan Karikatur Menghina Nabi Muhammad SAW Dipublikasikan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 04 November 2020, 07:07 WIB
Khamenei: Prancis Sudah Seharusnya Beri Dukungan Dan Belasungkawa Untuk Korban Pembunuhan, Tetapi Jangan Biarkan Karikatur Menghina Nabi Muhammad SAW Dipublikasikan
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Hosseini Khamenei/Net
rmol news logo Pemimpin Tertinggi Iran Ali Hosseini Khamenei angkat bicara terkait pernyataan pemerintah Prancis yang mengaitkan penerbitan karikatur Nabi dengan kebebasan berekspresi.

Khamenei mengutuk pemerintah Prancis dan sejumlah negara Eropa lainnya karena dianggap telah mendukung penerbitan karikatur Nabi Muhammad. Ia juga menolak klaim mereka untuk membela kebebasan berekspresi.

Kecaman tersebut diungkapkan Khamenei dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Selasa (3/11) dalam rangka memperingati hari kelahiran nabi Muhammad. Dalam pidatonya, Khamenei mengecam dukungan resmi yang 'pahit dan buruk' di balik karikatur yang diterbitkan oleh majalah satir Prancis Charlie Hebdo.

“Ini bukan hanya kehancuran seni Prancis, ini adalah politik pemerintah yang mendukung tindakan yang salah ini. Ini adalah tokoh politik yang secara eksplisit mendukung ini,” kata Khamenei, merujuk pada Presiden Prancis Emmanuel Macron, seperti dikutip dari Al-Jazeera, Selasa (3/11).

Mengutip kebebasan berekspresi, para pemimpin Prancis dan Eropa mendukung hak untuk bersuara lewat penerbitan karikatur Nabi, sementara penggambaran visual seperti itu dilarang dalam agama Islam.

Karikatur itu dikutip sebagai alasan di balik serangan mematikan yang diluncurkan di kantor majalah itu pada awal 2015 oleh pejuang yang terkait dengan al-Qaeda.

Bulan lalu, guru bahasa Prancis Samuel Paty dibunuh di siang bolong dekat sekolahnya di pinggiran kota Paris setelah dia menunjukkan karikatur tersebut kepada murid-muridnya sebagai bagian dari diskusi tentang kebebasan berekspresi.

Khamenei pada hari Selasa mengatakan bahwa pemerintah Prancis memang sudah seharusnya menyatakan dukungan dan belasungkawa untuk korban pembunuhan, tetapi membiarkan karikatur dipublikasikan adalah salah.

“Mereka bilang seseorang telah terbunuh. Nah, ungkapkan belasungkawa dan kebaikan untuknya. Mengapa Anda secara eksplisit mendukung karikatur keji itu?" tanya Khamenei.

Pemimpin tertinggi Iran juga mendukung kemarahan dan protes Muslim atas pertikaian tersebut, dengan mengatakan itu menunjukkan bahwa mereka 'hidup'.

Muslim di seluruh dunia juga telah menunjukkan kemarahannya atas komentar Macron yang mengatakan Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis.

Para pemimpin Muslim mengkritik pernyataan itu, orang-orang memprotes dan kampanye untuk memboikot barang-barang Prancis telah diluncurkan di beberapa negara.

Di Iran, protes publik diadakan di depan kedutaan Prancis di jalan Neauphle-le-Chateau Teheran pada 28 Oktober.

Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera pekan lalu, Macron mengatakan dia memahami dan menghormati perasaan Muslim, seraya menambahkan bahwa dia mencoba melawan "Islam radikal" yang merupakan ancaman bagi semua, terutama Muslim.

Dia juga mengatakan karikatur itu "bukan proyek pemerintah" dan "muncul dari surat kabar bebas dan independen yang tidak berafiliasi dengan pemerintah". rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA