“Kami mengharapkan keberanian dari dirinya untuk secara terbuka meminta maaf kepada kekasih kita, Nabi Muhammad dan kepada semua Muslim,†tulis al-Qaradaghi, yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Persatuan Internasional untuk Cendekiawan Muslim, di akun Twitternya, seperti dikutip dari
Anadolu Agency, Senin (2/11).
Sebelumnya, Macron mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dia menghormati sentimen Muslim tetapi akan selalu membela kebebasan berbicara dan berekspresi di negaranya.
Macron memberi penghormatan kepada Samuel Paty, seorang guru yang dibunuh pada 16 Oktober setelah dia menunjukkan gambar-gambar yang dianggap menghina Nabi Muhammad kepada murid-muridnya, dan menggambarkan Islam sebagai agama yang sedang dalam krisis. Dia juga mengumumkan tindakan keras terhadap ‘separatisme Islam’ di Prancis.
Bulan lalu, kartun tersebut juga diproyeksikan di gedung-gedung pemerintah Prancis.
Cendekiawan Muslim kelahiran Irak itu meminta Emmanuel Macron untuk memulai dialog yang “konstruktif†dan “seriusâ€, dan untuk memberlakukan undang-undang yang melarang dan mengkriminalkan “penghinaan dan penistaan terhadap Islam dan kesucian agama.â€
Sikap kontroversial Macron telah menimbulkan kecaman internasional, protes, dan seruan untuk memboikot produk buatan Prancis.
Di tengah protes, pada 29 Oktober, seorang pria bersenjata pisau membunuh tiga orang di sebuah gereja di kota Nice. Serangan kekerasan itu telah menarik kecaman dunia internasional.
BERITA TERKAIT: