Dalam video berdurasi 21 detik yang dirilis oleh jurubicara Kementerian Pertahanan Armenia, Shushan Stepanyan dalam akun
Facebook-nya itu terlihat asap mengepul di perbatasan.
"Gambar Azerbaijan menargetkan perbatasan Republik Armenia, sementara pihak Azerbaijan dengan tegas membantahnya," ujar Stepanyan dalam keterangan video yang dikutip oleh
Armen Press pada Selasa (27/10) itu.
Sebelumnya Armenia dan Azerbaijan telah menyepakati gencatan senjata untuk ketiga kalinya. Kesepakatan yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS) di Washington itu berlaku pada Senin (26/10) pukul 8 pagi waktu setempat.
Namun menurut keterangan Stepanyan, 45 menit setelah diberlakukan, Azerbaijan meluncurkan serangan artileri ke Nagorno-Karabakh.
"Sangat melanggar perjanjian gencatan senjata yang dicapai di AS, mulai dari pukul 8.45 pagi hari ini angkatan bersenjata Azerbaijan melepaskan tembakan artileri ke posisi Tentara Pertahanan Artsakh di arah timur laut," kata Stepanyan dalam sebuah pernyataan.
Sebelum gencatan senjata yang ditengahi oleh AS, Armenia dan Azerbaijan juga sudah mencapai dua gencatan senjata kemanusiaan yang difasilitasi oleh Rusia. Namun keduanya berakhir gagal.
BERITA TERKAIT: