Dimuat kantor berita pemerintah
Armen Press pada Selasa (20/10), Armenia menjelaskan bahwa pihaknya selalu berupaya untuk menyelesaikan konflik Nagorno-Karabakh dalam perundingan negosiasi.
"Azerbaijan dan Turki, sebaliknya, membuat pernyataan maksimalis bahwa negosiasi hanya mungkin dilakukan setelah mereka mengubah
status quo dengan menaklukkan Nagorno-Karabakh," lanjut kantor berita itu.
Setelah disepakati pada Jumat (19/10), gencatan senjata kemanusiaan seharusnya dilaksanakan pada Sabtu (10/10) oleh kedua belah pihak. Namun Azerbaijan melanggar kesepakatan gencatan senjata beberapa menit setelah diberlakukan.
Hal yang sama kemudian terulang pada gencatan senjata kemanusiaan yang disepakati pada Sabtu (17/10) yang seharusnya berlaku pada tengah malam pada Minggu (18/10).
"Angkatan bersenjata Azerbaijan sekali lagi melanggar gencatan senjata kemanusiaan baru dan sejak pagi 18 Oktober pukul 07.20 (waktu setempat), melanjutkan agresi besar-besaran terhadap Artsakh," tulis
Armen Press.
"Tidak ada obat lain untuk orang-orang Nagorno Karabakh selain mengakui kemerdekaan mereka secara internasional sebagai jaminan utama keamanan mereka," tandas laporan itu.
BERITA TERKAIT: