Cari Biang Kerok Penyebab Tingginya Kasus Covid-19, Pemerintah Prancis Geledah Rumah Pejabat Tinggi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 16 Oktober 2020, 06:04 WIB
Cari Biang Kerok Penyebab Tingginya Kasus Covid-19, Pemerintah Prancis Geledah  Rumah Pejabat Tinggi
Menteri Kesehatan Olivier Véran (kiri) dan Perdana Menteri Jean Castex/Net
rmol news logo Pemerintah Prancis mulai menyelidiki penyebab tingginya angka kasus virus corona yang terus meningkat di negara itu.

Penyelidikan dimulai dengan menggeledah sejumlah rumah pejabat yang terkait dengan penanganan pandemi Covid-19 Prancis, di antaranya rumah Menteri Kesehatan Olivier Veran, mantan perdana menteri Edouard Philippe ,dan pejabat lainnya pada Kamis (15/10) waktu setempat, seperti dkutip dari BBC.

Veran adalah salah satu dari beberapa menteri saat ini atau mantan menteri yang sedang diselidiki atas tanggapan mereka terhadap pandemi virus corona menyusul keluhan dari para korban Covid-19 bahwa mereka terlalu lambat untuk bertindak.

Selain rumah, polisi juga turit melakukan penggeledahan di kantor Veran, begitu pula rumah direktur badan kesehatan nasional, Jerome Salomon.

Kritikus menuduh pemerintah terlalu lambat untuk melakukan pengujian Covid-19 skala besar dan mengecilkan pentingnya memakai masker pada awal pandemi, ketika penutup wajah tidak banyak tersedia dan disediakan untuk petugas kesehatan.

Pengadilan khusus Prancis telah memerintahkan penyelidikan atas penanganan pemerintah atas krisis virus corona.

Perdana Menteri Jean Castex tak luput dari penyelidikan seperti pendahulunya, Edouard Philippe, dan pendahulu Veran di kementerian kesehatan, Agnes Buzyn. Di hari yang sama pihak kepolisian juga turut menggeledah rumah Sibeth Ndiaye, mantan juru bicara pemerintah.

Pada bulan Juli, penyelidikan yudisial diluncurkan untuk penanganan resmi pandemi setelah pasien Covid-19, dokter, petugas penjara, petugas polisi, dan lainnya di Prancis mengajukan 90 keluhan yang belum pernah terjadi sebelumnya, terutama mengenai kekurangan masker dan peralatan lainnya.

Jean-Luc Reitzer, anggota oposisi parlemen Prancis yang dirawat di rumah sakit karena kasus virus corona yang parah, mengatakan dia terkejut dengan aksi penggeledahan tersebut.

“Apakah warga kita benar-benar percaya bahwa kekurangan, yang nyata, bersifat sukarela?” katanya kepada BFM.

Penggerebekan itu dilakukan sehari setelah Presiden Emmanuel Macron mengumumkan perlakuan jam malam di Paris dan delapan kota Prancis lainnya untuk menangani meningkatnya jumlah infeksi baru.

Infeksi baru setiap hari meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan, menempatkan beban baru pada sistem rumah sakit. Hingga saat ini virus itu telah membunuh lebih dari 33 ribu orang Prancis, dan meurut penghitungan negara itu menempati posisi kesembilan di dunia. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA