Hal itu disampaikan oleh Wakil Komandan Pasukan Pertahanan Udara Armenia Garik Movsesyan pada konferensi pers (Kamis, 15/10). Dia mengatakan bahwa UAV atau pesawat nirawak atau drone di gudang Azerbaijan kebanyakan buatan Turki dan Israel.
Movsesyan secara khusus berbicara tentang drone Bayraktar buatan Turki yang mampu terbang hingga 12 ribu meter, yang juga terlibat dalam pengawasan dan pengintaian aktif. Drone ini memberikan panduan menembak dan berkeliaran untuk jangka waktu yang lama.
Movsesyan mengatakan, pernyataan Azerbaijan yang mengklaim bahwa pasukan Azeri tidak menargetkan wilayah Armenia adalah sebuah kebohongan.
"Sejak hari pertama Azerbaijan melepaskan serangan rudal ke kota Vardenis di provinsi Gegharkunik dan permukiman yang berdekatan, dan pada hari-hari berikutnya juga di provinsi Syunik, yang mengakibatkan korban sipil," jelasnya, seperti keterangan yang diterima redaksi
RMOL.ID.
"Pada 10 Oktober Azerbaijan mengirimkan serangan udara dari pesawat tempur ke unit pertahanan udara yang menjaga wilayah udara kota Kapan, yang mengakibatkan hilangnya personel, dan kerusakan material," tandasnya.
BERITA TERKAIT: