Militer Armenia Beberkan Keterlibatan F-16 Milik AU Turki Dalam Koflik Di Nagorno-Karabakh

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 15 Oktober 2020, 23:22 WIB
Militer Armenia Beberkan Keterlibatan F-16 Milik AU Turki Dalam Koflik Di Nagorno-Karabakh
Wakil Komandan atau Kepala Staf Pasukan Pertahanan Udara Armenia Garik Movsesyan berbicara dalam konferensi pers/Armenpress
rmol news logo Tuduhan yang kerap dilontarkan oleh Armenia soal adanya keterlibatan Turki dalam konflik terbaru yang meletus di enklave atau wilayah kantung Armenia di Azerbaijan, Nagorno-Karabakh atau dikenal juga dengan nama Artsakh, agaknya bukan sebatas tong kosong.

Setidaknya hal itu terlihat dari apa yang dilakukan oleh militer Armenia pada Kamis (15/10).

Wakil Komandan atau Kepala Staf Pasukan Pertahanan Udara Armenia Garik Movsesyan mengatakan pada konferensi pers pada Kamis (15/10) bahwa F-16 Turki diterbangkan ke Azerbaijan pada bulan Juli untuk latihan militer bersama Turki-Azerbaijan.

"Baik selama persiapan maupun fase aktif latihan militer, F-16 melakukan operasi aktif, melatih penerbangan di sepanjang perbatasan negara bagian Armenia dan Artsakh, kebanyakan di Ganja-Vardenis, Ganja-Karvajar, Ganja-Martakert. Petunjuk arah Stepanakert dan Hadrut. Setelah akhir latihan militer, pesawat ini tidak kembali ke Turki dan tetap ditempatkan di pangkalan udara Ganja (di Azerbaijan)," terangnya, seperti keterangan yang diterima redaksi RMOL.ID.

Kemudian, pada 23 September, Komando Angkatan Udara Turki melakukan pergantian awak dan personel teknis F-16 di lapangan udara Ganja. Movsesyan mengatakan penerbangan ulang dari Turki ke Azerbaijan ini dilakukan melalui wilayah udara Georgia.

"Pada pukul 16:00, 23 September, pesawat-pesawat shift yang diubah melakukan penerbangan dari Ganja melalui wilayah Georgia, untuk diposisikan ulang di pangkalan udara penempatan permanen mereka. Sejak hari pertama operasi ofensif yang dilancarkan Azerbaijan pada 27 September, F-16 Angkatan Udara Turki telah aktif terlibat dalam misi udara, yaitu pemboman dan serangan udara di wilayah dan fasilitas di Republik Armenia dan Republik. Artsakh," kata Movsesyan.

Kemudian pada 27 September, sambungnya mengutip data radar, dua jet tempur F-16 Angkatan Udara Turki menerobos wilayah udara Republik Armenia hingga kedalaman 6 km untuk melakukan serangan udara di permukiman Mets Masrik dan Sotk di rute udara Ganja-Sotk-Vardenis.

Dia juga mengingatkan soal jatuhnya pesawat SU-25 Armenia pada tanggal 29 September, sekitar pukul 12:16. DI waktu yang bersamaan, dua F-16 yang terbang di dekat reservoir Mingachevir (Azerbaijan), mendeteksi SU-25 Angkatan Udara Armenia yang sedang bertugas terbang jauh di dalam wilayah Armenia menuju perbatasan negara dan menembak jatuh SU-25 Armenia dari jarak sekitar 60 km dari perbatasan.

Setelah serangan inilah pihak berwenang Armenia secara resmi mengumumkan bahwa Turki secara langsung berpartisipasi dan melibatkan angkatan udaranya dalam serangan tersebut.

"Dengan tujuan menyembunyikan tindakan lebih lanjut mereka, pada 3 Oktober Azerbaijan menempatkan kembali F-16 dari pangkalan udara Ganja ke pangkalan udara Gabala," kata Movsesyan, seraya menambahkan bahwa setelahnya, Angkatan Udara Turki mulai beroperasi bersama dengan angkatan udara Azeri. Padahal sebelumnya mereka bertindak secara terpisah.

Movsesyan mengatakan analisis mereka terhadap tindakan F-16 Turki selama 18 hari serangan menyimpulkan bahwa misi pesawat tempur Turki ini adalah: Koordinasi operasi angkatan udara Azerbaijan, dukungan udara dan perlindungan ke militer Azeri dalam misil mereka dan serangan bom di wilayah Armenia dan Artsakh. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA