Peringatan itu datang saat Stoltenberg melakukan konferensi pers bersama Perdana Menteri Georgia Giorgi Gakharia. Ia mengatakan bahwa Rusia harus segera mengakhiri pengakuannya terhadap dua wilayah tersebut.
"Kami menyerukan kepada Rusia untuk mengakhiri pengakuannya atas wilayah Abkhazia dan Ossetia Selatan dan menarik pasukannya," kata Stoltenberg, seperti dikutip dari
Anadolu Agency, Selasa (29/9).
"NATO mendukung integritas dan kedaulatan wilayah Georgia dalam perbatasan yang diakui secara internasional," tambahnya.
Stoltenberg mengatakan bahwa dia bersama PM Gakharia telah membahas kerja sama erat antara Georgia dan NATO dalam keamanan Laut Hitam.
“Awal tahun ini, sekutu sepakat untuk memperkuat kemitraan kita, lebih jauh. Ini termasuk berbagi lebih banyak data radar lalu lintas udara, bekerja bersama untuk mengatasi ancaman hibrida, serta melakukan latihan bersama di wilayah Laut Hitam," ungkapnya.
Stoltenberg juga menyambut baik reformasi Georgia dalam memodernisasi pasukannya dan memperkuat demokrasi.
"Saya mendorong Anda untuk terus memanfaatkan sepenuhnya semua peluang untuk mendekati NATO, dan mempersiapkan keanggotaan," katanya kepada PM Gakharia.
Georgia terlibat perang lima hari dengan Rusia pada 2008 atas wilayah yang memisahkan diri dari Ossetia Selatan dan Abkhazia.
Tbilisi akhirnya kehilangan kendali atas kedua wilayah tersebut, dan Rusia kemudian mengakui mereka sebagai wilayah negara merdeka. Namun, secara hukum kedua wilayah tersebut tetap menjadi wilayah kekuasaan Georgia yang diakui secara internasional.
BERITA TERKAIT: