Dilaporkan oleh
AP pada Rabu (2/9), saat ini kondisi Keita belum diketahui dengan jelas. Namun menurut informasi yang beredar, lelaki 75 tersebut akan dipindahkan ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Dari foto-foto yang beredar, mantan presiden Mali tersebut tampak kurus di tengah kekhawatiran kondisinya yang memburuk selama berada dalam tahanan militer di barak Kota Kati.
Keita pertama kali terpilih menjadi presiden Mali pada 2013. Namun dalam masa jabatannya yang kedua, ia dipaksa untuk mengundurkan diri setelah para pemberontak militer menahannya.
Insiden pemberontakan tersebut dimulai pada 18 Agustus. Pemberontak mengatakan mereka telah menangkap Keita dan Perdana Menteri Boubou Cisse. Beberapa jam kemudian, dalam siaran langsung di televisi, Keita mengumumkan pengunduran dirinya dan pembubaran pemerintahan serta parlemen.
Para pemberontak lalu menyerukan transisi politik di Mali dan penyelenggaraan pemilihan umum.
Dalam pernyataan yang dirilis pada 20 Agustus, penyelenggara kudeta mengatakan bahwa presiden yang ditunjuk secara khusus, yang bisa jadi militer atau sipil, akan memerintah Mali selama masa transisi.
BERITA TERKAIT: