Ia adalah Dutabesar Lebanon untuk Jerman, Mustapha Adib. Nama Adib sendiri baru muncul pada Minggu (30/8) dan penunjukkannya dilakukan pada Senin (31/8).
Penunjukkan Adib tersebut tampak terburu-buru lantaran adanya rencana kunjungan Presiden Prancis, Emmanuel Macron ke Beirut untuk mendesak dilakukannya reformasi besar-besaran.
Melansir
Reuters, Abid merupakan nama yang dicalonkan oleh para mantan perdana menteri Lebanon, termasuk Saad al-Hariri yang merupakan pemimpin muslim Sunni terbesar di negara tersebut.
Berdasarkan sistem sektarian Lebanon, jabatan perdana menteri memang harus dimiliki oleh seorang Sunni.
Pada Senin, Gerakan Masa Depan Hariri, kelompok Hizbullah, dan Partai Sosialis Progresif mencalonkan Adib dalam konsultasi formal yang diselenggaran oleh Presiden Michel Aoun.
Dalam konsultasi, Gerakan Patriotik Bebas Kristen juga mencalonkan Adib.
Pasukan Lebanon, sebuah kelompok Kristen, tampaknya menjadi satu-satunya partai besar yang tidak mendukung Adib. Alih-alih, kelompok tersebut mendukung dutabesar lain, yaitu Nawaf Salam yang ditolak oleh hizbullah.
Adib merupakan diplomat yang diutus ke Berlin sejak 2013 dan pernah menjadi penasihat mantan perdana menteri.
Sementara itu, Macron dijadwalkan untuk bertemu dengan politisi Beirut pada Selasa (1/9) setelah melakukan serangkaian panggilan telepon dengan para pemimpin Lebanon pada akhir pekan.
BERITA TERKAIT: