Ribuan Anti-Vaxxer Penuhi Alun-alun London, Tuntut Pencabutan Aturan Wajib Masker

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Minggu, 30 Agustus 2020, 11:18 WIB
Ribuan Anti-Vaxxer Penuhi Alun-alun London, Tuntut Pencabutan Aturan Wajib Masker
Para anti-vaxxer berkumpul di London untuk menuntut pencabutan aturan wajib masker dan jarak sosial/Net
rmol news logo Ribuan orang yang disebut dengan "Anti-Vaxxer" berkumpul di Trafalgar Square, London pada Sabtu sore (29/8) untuk memprotes pembatasan sosial dan menolak vaksinasi massal.

Sembari berkumpul, mereka membawa spanduk dan papan bertuliskan celaan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Bill Gates, hingga larangan pemerintah untuk mengurangi penyebaran virus corona. Mereka menyerukan agar aturan wajib masker dan jarak sosial diakhiri.

Banyak papan juga menggambarkan bahwa pandemik Covid-19 merupakan tipuan. Mereka menyangkal keparahan pandemik dan menuding pemerintah berusaha untuk membatasi kebebasan sipil.

Di antara mereka yang menjadi pembicara terdapat peramal cuaca dan kakak dari mantan pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn, Piers Corbyn. Lalu ada pula mantan jurnalis kesehatan Dr Vernon Coleman dan selebriti yang terkenal dengan teori konspirasinya David Icke.

"Dalam hal apakah Anda percaya bahwa virus itu tipuan atau tidak, apapun yang terjadi sekarang kurang dari atau sama dengan flu biasa, jadi penguncian dan semua yang menyertainya tidak dapat dibenarkan dalam hal apapun," ujar Corbyn.

"Kami meminta anggota parlemen menolak Covid Act, dan jika tidak, kami akan unjuk rasa untuk mengeluarkan mereka dari jabatannya," sambungnya.

Unjuk rasa di London tersebut menyusul aksi yang sama di Berlin pada hari yang sama. Sejak Sabtu pagi, sebanyak 18 ribu orang yang skeptis terhadap virus corona berkumpul di ibukota.

Anti-Vaxxers merupakan kelompok orang yang menolak atau bahkan tidak mempercayai adanya vaksin. Keragu-raguan akan vaksin tersebut biasanya diiringi dengan munculnya berbagai teori konspirasi. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA