Dikutip dari Anadolu Agency, Senin 16 Februari 2026, penyalaan lampu dilakukan pada Jumat malam menjelang bulan suci Ramadan dan turut dihadiri Wali Kota London, Sadiq Khan.
Lebih dari 30.000 lampu LED hemat energi akan menyala setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 05.00 waktu setempat, dan dijadwalkan berlangsung hingga akhir Ramadan pada 19 Maret. Sepanjang bulan suci, layar akan menampilkan ucapan “Selamat Ramadan”, sebelum berganti menjadi “Selamat Idul Fitri” menjelang Lebaran.
Heather, warga London berusia 60-an, mengaku terkesan dengan suasana yang tercipta dari cahaya Ramadan tersebut. Ia mengatakan perayaan ini menunjukkan betapa London mampu merangkul semua kepercayaan secara inklusif.
Menurutnya, kota ini dihuni oleh berbagai latar belakang budaya dan agama, sehingga momen seperti ini terasa indah karena memperlihatkan kebersamaan masyarakat.
Hal serupa disampaikan Dylan (18), seorang Kristen yang datang bersama teman-teman Muslimnya. Ia menilai keberagaman adalah bagian penting dari kehidupan di London. Meski tidak selalu sepakat, ia percaya semua orang tetap harus saling menghormati.
“Saya datang bersama teman-teman Muslim saya hari ini. Ini tentang persahabatan,” ujarnya.
Sementara itu, Ramsha, warga London lainnya, merasa bahagia melihat Ramadan dirayakan secara terbuka di ruang publik. Ia mengatakan banyak umat Muslim tinggal di London, sehingga perayaan ini membuat mereka merasa diterima. Menurutnya, bukan hanya Muslim yang datang menikmati cahaya Ramadan, tetapi juga warga non-Muslim, seperti saat mereka mengunjungi lampu Natal.
Ramsha menambahkan bahwa pertunjukan ini juga membantu orang-orang yang belum mengenal Ramadan untuk memahami bahwa saat ini sedang berlangsung perayaan penting bagi umat Muslim. Ia berharap cahaya Ramadan bisa menjadi jembatan pemahaman antaragama.
BERITA TERKAIT: