Al Dhaheri sebelumnya pernah menjadi Duta Besar UEA untuk Maroko pada 2011-2016. Sehingga bisa dikatakan tugasnya sekarang melanjutkan apa yang pernah ia capai saat berada di Maroko.
Dalam pertemuan dengan Bourita, Al Dhaheri mempresentasikan salinan figuratif dari surat kepercayaannya. Ia akan menduduki jabatan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh UEA untuk Raja Mohammed VI, seperti yang dilaporkan dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri Maroko.
Al Dhaheri menjalankan fungsi diplomatik lainnya termasuk sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Bahrain, AS, dan Arab Saudi.
Outlet berita Saudi Elaph menggambarkan Al Dhaheri sebagai duta 'sukses' yang memiliki reputasi baik di semua tingkatan, politik, diplomatik, dan media Maroko.
Elaph juga melaporkan bahwa Maroko dan UEA menikmati momentum besar selama masa bakti Al Dhaheri sebelumnya.
Al Dhaheri menggantikan Duta Besar Ali Salim El Kaabi , yang dilaporkan meninggalkan Maroko berdasarkan permintaan "berdaulat" Emirat pada April 2019.
Ada selentingan kabar mengenai ketegangan antara Maroko dan UEA, setelah saluran televisi yang berpihak pada pemerintah Saudi, Al Arab, menayangkan film dokumenter yang menantang kedaulatan Maroko atas Sahara Barat. Namun, Bourita segera membantah adanya gesekan politik antara kedua negara.
Beberapa media menganggap kepergian El Kaabi sebagai hal yang 'mendadak, sehingga ada yang mengaitkannya dengan desas-desus itu.
Pertemuan kedua pejabat itu terjadi hampir dua bulan setelah Raja Mohammed VI menunjuk Mohamed Hamzaoui sebagai kepala misi diplomatik Maroko di UEA, pada 6 Juli.
Selain menerina Duta Besar UEA, Bourita dalam hari yang sama juga menerima perwakilan asing lainnya untuk memulai jabatan baru mereka sebagai duta besar untuk Maroko.
Ini termasuk Krzysztof Karwowski dari Polandia, Vasylieva Oksana Yurivna dari Ukraina, Reik Puok Riek dari Sudan Selatan , dan Dang Thi Thu Ha dari Vietnam.
BERITA TERKAIT: