Pasalnya, menurut Biden, Trump terus menerus menolak solusi yang diberikan oleh para ahli kesehatan untuk menghentikan wabah sehingga akhirnya berdampak sangat buruk.
AS saat ini masih menjadi negara dengan jumlah infeksi dan kematian akibat virus corona tertinggi di dunia. Sejauh ini, AS sudah melaporkan hampir 5,7 juta infeksi dengan lebih dari 177 ribu kematian.
"Saya tidak menyalahkan dia atas krisis saat ini," ujar Biden yang didampingi oleh wakilnya, Kamala Harris saat diwawancara dalam siaran televisi pada malam Konvensi Nasional Partai Republik, Minggu (23/8).
"Saya menyalahkan dia karena pergi dan tidak berurusan dengan solusi," sambungnya seperti dikutip
AFP.
Trump selama ini sudah banyak dikritik karena tanggapannya atas penanganan wabah. Mulai dari mencabut pembatasan lebih awal, ragu-ragu menggunakan masker, dan memberikan pernyataan-pernyataan membingungkan.
Biden sendiri mengatakan, satu-satunya cara untuk mengembalikan ekonomi adalah dengan mengendalikan virus terlebih dulu.
Untuk itu, dalam pidatonya saat Konvensi Nasional Partai Demokrat, Biden berjanji untuk memprioritaskan pendapat para ahli dalam menangani wabah. Ia pun tidak akan ragu untuk mengunci AS jika memang diperlukan.
"Perhatikan saya, Tuan Presiden, perhatikan saya. Lihatlah kami berdua apa yang akan kami lakukan nanti," ujar Biden.
BERITA TERKAIT: