Para ahli telah mengingatkan bahwa sangat berbahaya bagi pemerintah untuk membuka sekolah di saat-saat ini. Ini akan mengulang kesalahan yang sama ketika negara itu melonggarkan penguncian terlalu cepat, yang menyebabkan terjadi lonjakan kasus baru-baru ini di tengah ketidaktahuan yang meluas tentang langkah-langkah keamanan.
Negara berpenduduk 38 juta itu mencatat total 48.789 kasus dan 1.756 kematian, yang dianggap sebagai hasil sukses dari penguncian.
Piontkowski mengatakan Kementerian Pendidikan akan memberlakukan peraturan kebersihan dan keamanan yang ketat untuk sekolah.
Menurutnya, kepala sekolah akan diberi keleluasaan untuk memutuskan apa yang terbaik untuk sekolahnya, apakah harus melakukan pembelajaran jarak jauh atau online, atau sudah bisa bertatap muka di kelas.
Semua akan dipelajari sesuai dengan tingkatan kasus virus corona di wilayah sekolah itu. Penggunaan masker juga tidak terlalu diwajibkan jika pembelajaran tatap muka dibatasi jumlahnya secara bergiliran.
Dia menegaskan, pemerintah mewajibkan orangtua untuk menyekolahkan anak mereka kembali meskipun mereka khawatir dengan Covid-19, karena ‘orang tua bukan ahli epidemiologi’, menurut mereka.
Di Hongaria, pemerintah berencana meluncurkan tahun ajaran baru dengan langkah-langlah yang telah dimodifikasi untuk menjaga agar penyebaran virus corona tidak meluas.
Sekretaris Negara Zoltán Maruzsa mengatakan bahwa tahun ajaran akan dimulai dan sekolah akan kembali dibuka pada September mendatang dengan beberapa ketentuan lokal. Hal ini sejalan dengan saran dari pakar pendidikan dan kesehatan yang berpendapat bahwa penutupan sekolah secara universal harus dihindari karena akan membebani orangtua dan berkontribusi pada ketertinggalan siswa yang kurang mampu.
Sementara Republik Ceko mengharuskan kampus menyediakan masker untuk para mahasiswanya. Menteri Pendidikan Ceko Robert Plaga mengatakan sekolah akan dibuka secara normal mulai 1 September, meskipun aturan sanitasi yang lebih ketat harus diterapkan di ruang kelas.
Plaga menekankan sekolah perlu lebih memperhatikan aturan mencuci tangan, penggunaan desinfektan, ventilasi kelas yang lebih baik, dan menjaga jarak. Penggunaan masker juga diwajibkan bukan hanya untuk siswa tetapi juga untuk seluruh masyarakat.
Jika terjadi infeksi di sekolah, otoritas higienis daerah akan memutuskan apakah akan menutup sekolah, sesuai dengan keadaan.
Sementara di Armenia, sekolah akan dibuka kembali mulai 15 September. Menteri Pendidikan, Sains, Kebudayaan, dan Olahraga Arayik Harutyunyan, menulis pengumuman itu di laman Facebooknya. Dia juga akan mengatur ketentuan-ketentuan lainnya terkait pembukaan sekolah.
BERITA TERKAIT: