Mengutip media lokal,
Al Arabiya melaporkan, Samad sudah mengajukan pengunduran dirinya pada Minggu (9/8).
Melalui siaran langsung di televisi, Samad membungkuk dan menyatakan permintaan maafnya kepada warga Lebanon karena telah mengecewakan mereka.
"Setelah bencana besar di Beirut yang mengerikan, saya mengumumkan pengunduran diri dari pemerintahan," demikian pernyataan Samad.
Samad merupakan pejabat tinggi pemerintahan pertama yang mengundurkan diri setelah ledakan di Pelabuhan Beirut pada Selasa malam (4/8).
Kendati begitu, terdapat beberapa pejabat jajaran pemerintahan dan anggota parlemen yang mengundurkan diri setelah ledakan Beirut. Mereka adalah Dutabesar Lebanon untuk Yordania, Tracy Chamoun dan sejumlah anggota perlemen, seperti Neemat Frem dan Paula Yacoubian.
Sementara itu, melansir
Al Jazeera, pemimpin Kristen Lebanon, Bechara Boutros al-Rai telah meminta kabinet Perdana Menteri Hassan Diab untuk mundur jika tidak bisa mengubah pemerintahan dan memulihan negara pasca ledakan.
Ledakan dahsyat di Beirut sendiri sudah merenggut setidaknya 158 nyawa dengan lebih dari 6.000 lainnya terluka dan puluhan masih hilang.
Laporan awal menunjukkan, ledakan bersumber dari 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di hanggar pelabuhan, memicu spekulasi adanya kelalaian pemerintah.
BERITA TERKAIT: