Hal itu dipastikan usai Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Wahid Supriyadi memimpin langsung konferensi video bersama para mahasiswa di sana pada Senin (20/4).
Dalam kesempatan tersebut, Dubes Wahid mengimbau kepada para mahasiswa untuk senantiasa menjaga kesehatan diri dan kebersihan lingkungan, mengikuti anjuran dan kebijakan yang ditetapkan pemerintah setempat, termasuk dari pihak perguruan tinggi masing-masing dalam mencegah penyebaran Covid-19.
“Kami berharap semua mahasiswa dan WNI di Rusia dalam keadaan sehat dan senantiasa menjalin komunikasi dengan KBRI Moskow. KBRI juga telah menyiapkan Contingency Plan untuk mengantisipasi hal-hal yang terburuk,†kata Dubes Wahid dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (21/4).
Perwakilan dari berbagai cabang Perhimpunana Mahasiswa Indonesia di Rusia (Permira) menyampaikan bahwa para mahasiswa Indonesia dalam keadaan baik. Perkuliahan terus berlangsung dengan menggunakan sistem jarak jauh atau online. Para mahasiswa juga mengikuti imbauan pemerintah Rusia dan pihak perguruan tinggi untuk melakukan isolasi mandiri.
Salah satu mahasiswi di Far Eastern Federal University (FEFU) yang juga Ketua Permira Cabang Vladivostok, Chelsea Irwanto mengatakan, keadaan mahasiswa di wilayah Timur Jauh Rusia dalam keadaan sehat.
"Pembatasan pergerakan masyarakat diterapkan di Vladivostok, seperti akses masuk ke Russky Island, tempat kampus FEFU," jelasnya.
Berdasarkan data, saat ini jumlah mahasiswa Indonesia di Rusia sebanyak 648 orang yang tersebar di 41 kota di Rusia dan total WNI sekitar 1.300 orang.
Kasus Covid-19 di Rusia dari hari ke hari terus bertambah. Berdasarkan data Federal Service for Surveillance on Consumer Rights Protection and Human Wellbeing (Rospotrebnadzor), hingga 21 April 2020 total kasus Covid-19 di Rusia sebanyak 52.763 kasus, sembuh 3.873 orang, dan meninggal 456 orang. Kasus terbanyak adalah di Moskow dengan jumlah 29.433 kasus.
Pemerintah setempat pun hingga kini belum menerapkan
total lockdown meski di beberapa daerah telah diterapkan berbagai kebijakan pengetatan pembatasan pergerakan masyarakat yang disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing, seperti di Moskow, St Petersburg, Kazan, Murmansk, dan Vladivostok.
BERITA TERKAIT: