"Senator De Lima mengoceh dalam tahanannya karena ketidaktahuan," kata juru bicara Istana Salvador Panelo dalam sebuah pernyataan.
Saat ini, De Lima, ditahan di Pusat Penahanan Polisi Nasional Filipina (PNP) di dalam Kamp Crame di Kota Quezon karena tuduhan narkoba.
De Lima mengatakan mendapatkan data-data Duterte melalui stafnya.
Panelo menegaskan De Lima tidak mendengarkan apa yang Duterte sampaikan dalam setiap laporannya yang disiarkan di televisi.
Pernyataan De Lima ini dipicu setelah senator oposisi mempertanyakan klaim Duterte yang membantah pernyataan sebelumnya bahwa pemerintah memiliki cukup dana untuk meningkatkan dukungan bagi mereka yang terkena dampak karantina yang diperluas di Luzon yang diberlakukan untuk menahan krisis Covid-19.
Pada satu titik, Duterte, dalam pertemuan Kabinet pada hari Rabu, mengangkat kemungkinan penjualan aset pemerintah untuk mengumpulkan lebih banyak dana untuk penanganan wabah ini.
“Mengapa Duterte sudah mengisyaratkan menjual aset kita? Apakah dana yang tersedia benar-benar habis? †singgung De Lima, melansir The Star yang mengutip
Philippine Daily Inquirer, Sabtu (11/4).
Panelo mengatakan Presiden tidak mengklaim bahwa dana pemerintah habis, melainkan telah mencapai ambang batas.
"Jika dia tidak bisa membantu upaya pemerintah untuk melawan Covid-19, dia setidaknya harus mengunci mulutnya," kata Panelo.