Di tengah corona yang kian merajalela, Palestina kesulitan mendapatkan obat-obatan karena blokade yang telah dilakukan Israel selama 13 tahun.
Jurubicara Kementerian Kesehatan Palestina, Esref al-Kudra mengatakan pihaknya terpaksa merawat pasien Covid-19 dengan kemampuan yang terbatas yang bahkan setiap harinya berkurang.
Menurut pernyataan Kudra, sekitar 43 persen dari obat-obatan, 25 persen dari bahan habis pakai medis, 65% dari persediaan laboratorium dan bank darah telah dikonsumsi.
Mereka juga kekurangan alat sterikisasi dan alat pelindung diri (APD).
Saat ini, Palestina sendiri mencatat hanya memiliki 63 ventilator dengan 78 tempat tidur ICU yang hampir tidak memenuhi kebutuhan pasien sehari-hari karena tingkat huniannya sampai 72 persen di rumah sakit.
Kudra pun mendesak otoritas lokal, regional, dan internasional untuk mengambil tindakan.
Ia juga mengaku telah mengajukan permohonan mendesak untuk 100 ventilator dan 140 tempat tidur ICU tambahan.
Dimuat
AA, otoritas Palestina saat ini mengonfirmasi adanya 134 kasus infeksi corona di sana. Di mana 122 terdapat di Tepi Barat dan 12 di Jalur Gaza.
BERITA TERKAIT: