Ia tiba di Ramallah pada hari Selasa (28/1), dan kembali ke AS pada hari Kamis (30/1).
Dalam kunjungan rahasianya ke Ramallah, Gina Haspel bertemu dengan Direktur Intelijen Palestina Majid Faraj.
Dalam pertemuan itu, Gina Haspel menyampaikan pesan dari Gedung Putih agar Palestina jangan terburu-buru memberikan reaksi yang keras terhadap rencana perdamaian antara Israel dan Palestina yang diusulkan Presiden Donald Trump.
Walau sudah bertemu dengan Direktur Intelijen Palestina, Gina Haspel dikabarkan tidak bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Kedatangan Direktur CIA Gina Haspel ke Palestina itu bersamaan dengan hari saat Presiden Trump mengumumkan usulan perdamaian bagi Israel dan Palestina.
Dalam pengumuman yang disampaikan Presiden Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada hari Selasa (28/1), Presiden Trump menyampaikan pokok-pokok rencana perdamaian yang diusulkannya.
Di antaranya adalah mengakui kedaulatan Israel berdasarkan wilayah yang diduduki, di mana Israel membangun permukiman.
Kemudian Trump menyebut Yerusalem adalah ibu kota Israel yang tidak terbagi.
Trump menawarkan Abu Dis, kawasan pinggiran Yerusalem Timur, untuk menjadi ibukota masa depan Palestina.
Atas usulan Presiden Trump ini, Presiden Mahmoud Abbas menolak keras dan mengancam memutuskan hubungan Palestina dengan AS.
BERITA TERKAIT: