Dilansir dari
Reuters, Menteri Pertahanan AS, Mike Esper menyebut setidaknya ada 1.000 tentara AS yang bakal ditarik dari Suriah Utara dalam beberapa hari ke depan.
Keputusan AS ini juga diduga karena Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang selama ini menjadi sekutu AS membuat kesepakatan dengan Rusia dan Suriah untuk melawan serangan Turki.
Hal ini dilihat dengan adanya pengerahan tentara Suriah ke sepanjang perbatasan Turki. Menurut SDF, pengerahan ini bertujuan untuk memukul mundur tentara Turki dan membebaskan daerah-daerah yang telah dikuasai.
Kepergian AS sendiri menunjukkan bahwa negara paman sam itu telah mengurangi pengaruhnya di Suriah dan melepaskan kebijakan menurunkan Presiden Bashar al-Assad dari kekuasaan.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump juga menarik sekitar 50 operasi khusus dari 2 pos terdepan di Suriah Utara. Keputusan ini muncul setelah Turki menunjukkan niatnya untuk memberlakukan operasi militer terhadap militan Kurdi.
Operasi militer ini dilakukan Turki untuk menciptakan zona aman dan menetralisir militan Kurdi, YPG yang menjadi sekutu utama SDF, pemberontak antipemerintah yang didukung oleh AS.
BERITA TERKAIT: