"Kami memiliki, saya pikir, panggilan telepon yang baik. Itu normal. Kami berbicara tentang banyak hal. Jadi saya pikir, tidak ada yang mendorong saya," ujar Zelensky di sela-sela pertemuan Sidang Umum PBB di New York, Rabu (25/9), seperti dilansir oleh Kantor Berita Rusia
TASS.
Lebih lanjut, Zelensky mengungkapkan, "Maaf, tapi saya tidak ingin terlibat dalam pemilihan umum AS yang demokratis dan terbuka." Pernyataan Zelensky ini kemudian direspons dengan baik oleh Trump.
Selain itu, Zelensky juga menyatakan Ukraina siap menyelidiki kasus ini. Termasuk kasus yang terkait dengan putra mantan Wakil Presiden AS sekaligus penantang utama Trump di pemilu 2020, Joe Biden.
Zelensky menegaskan, Ukraina adalah negara merdeka dan memiliki Kantor Jaksa Agung yang independen sehingga siap untuk menyelidiki kasus tersebut.
Pada pekan lalu, terdapat laporan yang menyebut Trump diduga menuntut Zelensky untuk melakukan penyelidikan terbuka terhadap Biden dan putranya. Diketahui, Biden dan putranya yang menjalankan bisnis dengan perusahaan Ukraina diduga melakukan tindakan korupsi.
DPR AS menganggap Trump telah melakukan pelanggaran kekuasaan untuk menjatuhkan saingannya. Oleh karenanya DPR AS melakukan penyelidikan untuk melakukan pemakzulan Trump.
Hingga saat ini, Gedung Putih masih menyelidiki kasus pelanggaran kekuasaan Trump dan kasus korupsi Biden. Pada Rabu (25/9), Gedung Putih telah merilis transkrip percakapan antara Trump dan Zelensky. Menurut Departemen Kehakiman AS, tidak ada indikasi pelanggaran hukum di dalamnya.
BERITA TERKAIT: