Sanksi AS Dan Sekutunya Tak Kunjung Berakhir, Iran: Kami Tidak Akan Pernah Melupakan dan Memaafkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Kamis, 26 September 2019, 14:32 WIB
Sanksi AS Dan Sekutunya Tak Kunjung Berakhir, Iran: Kami Tidak Akan Pernah Melupakan dan Memaafkan
Presiden Iran, Hassan Rouhani/Net
rmol news logo Wilayah Teluk di tepi kehancuran dan Amerika Serikat adalah penjahat peneror ekonomi tanpa ampun. Begitu ungkapan kegeraman Presiden Iran, Hassan Rouhani dalam pertemuan tahunan Sidang Umum PBB di New York, Rabu (25/9).

"Kami tidak akan mentolerir intervensi provokatif orang asing. Kami akan menanggapi dengan tegas segala bentuk pelanggaran keamanan dan integritas wilayah kami," sebut Rouhani seperti yang dikutip oleh Al Jazeera.

Rouhani juga memperingatkan AS dengan mengatakan,"Satu kesalahan besar bisa memicu kebakaran besar."

Peringatan tersebut merujuk kepada kampanye tekanan maksimum yang dilakukan oleh AS terhadap Iran untuk mematahkan ekspor minyak negara dengan populasi 83 juta penduduk itu.

Rouhani bahkan menyebut sanksi AS terhadap Iran sebagai sanksi "paling keras sepanjang sejarah".

"Bangsa Iran tidak akan pernah melupakan dan memaafkan kejahatan ini juga para penjahatnya," tegas Rouhani.

Pernyataan Rouhani tersebut muncul setelah negara-negara Eropa seperti Inggris, Perancis, dan Jerman bergabung dengan AS dan Arab Saudi untuk menyalahkan Iran atas serangan fasilitas minyak Aramco yang baru-baru ini terjadi. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA