"Kami tidak akan mentolerir intervensi provokatif orang asing. Kami akan menanggapi dengan tegas segala bentuk pelanggaran keamanan dan integritas wilayah kami," sebut Rouhani seperti yang dikutip oleh Al Jazeera.
Rouhani juga memperingatkan AS dengan mengatakan,"Satu kesalahan besar bisa memicu kebakaran besar."
Peringatan tersebut merujuk kepada kampanye tekanan maksimum yang dilakukan oleh AS terhadap Iran untuk mematahkan ekspor minyak negara dengan populasi 83 juta penduduk itu.
Rouhani bahkan menyebut sanksi AS terhadap Iran sebagai sanksi "paling keras sepanjang sejarah".
"Bangsa Iran tidak akan pernah melupakan dan memaafkan kejahatan ini juga para penjahatnya," tegas Rouhani.
Pernyataan Rouhani tersebut muncul setelah negara-negara Eropa seperti Inggris, Perancis, dan Jerman bergabung dengan AS dan Arab Saudi untuk menyalahkan Iran atas serangan fasilitas minyak Aramco yang baru-baru ini terjadi.
BERITA TERKAIT: