Sebagaimana dikutip
Yenisafak, Rabu (25/9), Kementerian Urusan Yerusalam mengungkapkan pasukan Israel menggerebek rumah Hadami dan menggeledahnya sebelum membawa menteri tersebut ke tahanan.
Belum ada komentar yang diberikan oleh milliter Israel perihal penangkapan tersebut.
Pada akhir Juni, pasukan Israel juga melakukan hal yang sama pada Hadami. Pada saat itu, Hadami ditangkap dan ditahan karena Israel geram dia melakukan kunjungan dengan Presiden Chile ke kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem.
Tindakan berani pasukan Israel ini setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel pada 2017.
Saat ini Israel tengah menunggu hasil pemilihan umum ulang untuk Perdana Menteri Israel pada 17 September lalu. PM Benjamin Netanyahu dari Partai Likud harus melawan Benny Gantz dari Partai Biru Putih.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: