Dilnasir dari
Reuters, dengan hasil akhir pada pemilu 17 September lalu yang seimbang, maka bergabungnya Daftar Arab ke koalisi Gantz akan menggagalkan Netanyahu mendapatkan kembali posisinya di pemilu ulang ini.
Dukungan Daftar Arab diungkapkan dalam konsultasi Presiden Reuven Rivlin dengan para pemimpin partai. Alhasil, 13 kursi yang dimiliki Daftar Arab membuat kursi Gantz bertambah menjadi 57. Lebih unggul dari saingannya yang hanya memiliki 55 kursi.
"Kami ingin mengakhiri era Netanyahu, jadi kami merekomendasikan Benny Gantz menjadi orang yang membentuk pemerintahan berikutnya," ujar Ketua Partai, Ayman Odeh kepada Rivlin.
Merespons dukungan Daftar Arab terhadap Gantz, Netanyahu memberikan kecamannya dan mendorong untuk menciptakan pemerintah persatuan. Namun, Gantz tetap menolak ajakan Netanyahu.
Sementara itu, untuk menjadi Perdana Menteri, baik Gantz maupun Netanyahu harus mendapatkan 61 kursi dari total 120. Oleh karenanya, keduanya berusaha untuk mendapatkan dukungan dari partai yang dimiliki oleh Mantan Menteri Pertahanan, Avigdor Lieberman.
Namun, Lieberman sendiri tidak memberikan dukungannya pada Netanyahu maupun Gantz. Partai yang mendapatkan 8 kursi ini justru menyatakan dukungannya untuk membentuk pemerintah persatuan.
BERITA TERKAIT: