"Kami tidak menambahkan, membuat perubahan apa pun, atau menambah jumlah anggota kabinet. Tidak ada diskusi tentang perubahan portofolio Kabinet juga," tegas Mahathir pada konferensi pers setelah memimpin pertemuan dewan Bersatu (Kamis, 29/8).
"Karena tidak ada yang mengindikasikan mereka ingin mengundurkan diri, kami tidak memiliki lowongan. Ketika kami memiliki lowongan, kami akan mempertimbangkan kandidat yang cocok," tambahnya, seperti dimuat
Channel News Asia.
Pernyataan itu dibuat Mahathur untuk membantah pernyataannya pekan lalu yang
mengatakan bahwa ada kemungkinan perubahan portofolio para menteri, tetapi dia mengesampingkan kemungkinan perombakan.
Pembicaraan soal perombakan kabinet telah muncul beberapa kali Mahathir memimpin Pakatan Harapan untuk kemenangan mengejutkan dalam pemilihan umum tahun lalu.
Saat Mahathir diangkat sebagai perdana menteri, disepakati bahwa Anwar Ibrahim, yang masih berada di penjara pada saat itu, pada akhirnya akan mengambil alih jabatan perdana menteri.
Parti Keadilan Rakyat (PKR) mengatakan bahwa perjanjian akan silaksanakan dalam waktu dua tahun. Namun Mahathir, Mukhriz Mahathir, mengatakan tidak pernah ada jadwal waktu yang disepakati.
Mahathir sendiri pada bulan Juni lalu mengatakan bahwa dia tidak akan mempin lebih dari tiga tahun.
BERITA TERKAIT: