Dia adalah Mohamed Joune, seorang peria berusia 48 tahun. Dia pingsan di jalan pada awal pekan ini setelah tersandung keluar dari sebuah gedung. Namun dia ditemukan berdarah karena luka kepala yang parah tetapi masih sadar ketika paramedis membawanya ke rumah sakit. Dia kemudian meninggal karena luka-lukanya.
Joune mengalami beberapa serangan ke kepala dari benda yang diduga merupakan kapak.
Joune sendiri adalah orang yang lama tinggal di Jerman. Dia bekerja sebagai apoteker dan memiliki beberapa properti di Harburg.
Selain bekerja, dia juga menjalankan sebuah organisasi nirlaba yang disebut Union of Syria Abroad, yang memberikan bantuan kemanusiaan kepada para korban perang di Suriah.
Situs web organisasi itu, yang didirikan pada 2011, menyatakan tujuannya adalah untuk meringankan penderitaan rakyat Suriah, terutama perempuan dan anak-anak, baik di Suriah maupun di negara-negara tetangga.
Keterlibatan Joune dalam organisasi yang berfokus pada Suriah dan penentangannya terhadap Presiden Suriah, Bashar al-Assad dicurigai menjadi alasan dia menjadi sasaran penyerangan.
"Kemungkinannya adalah bahwa Mohamed terbunuh karena kegiatan politiknya," kata seorang teman Joune yang disembunyikan identitasnya, mengutip
The Guardian (Jumat, 18/1).
Dia juga mencatat bahwa tak lama sebelum kematiannya, Joune telah membahas kemungkinan mengadakan demonstrasi untuk menandai peringatan pemberontakan terhadap Assad di Suriah.
Polisi sedang menyelidiki pembunuhan itu dan mencari semua kemungkinan.
[mel]
BERITA TERKAIT: