Dalam petisi itu, mereka juga menyampaikan keberatan atas isi pemberitaan di lima media siber Tanah Air yakni
CNN Indonesia, Detik.com, Merdeka.com,
Viva.co.id dan
Taiwan News.
"Dalam hal ini mengajukan keberatan dan ketidaksetujuan atas nama Seluruh mahasiswa terhadap pemberitaan serta pernyataan yang dimuat di portal berita anda tertanggal 27 Desember 2018
TaiwanNews, 02 Januari 2019 C
NN Indonesia,
Detik.com,
Merdeka.com dan
Viva.co.id," demikian surat petisi yang disebarkan saat konferensi pers Taipei Economic and Trade Office (TETO) untuk Indonesia di Jakarta, Jumat (4/1).
Para mahasiswa magang menyatakan, pemberitaan beredar itu telah mengakibatkan kegaduhan, pencemaran nama baik, dan pembunuhan karakter yang menimbulkan kerugian baik materil maupun imateril.
"Tidak ada kerja paksa yang dilakukan sekolah terhadap kami, tidak ada makanan yang mengandung babi disajikan untuk kami," tegas mereka dalam petisinya.
Dalam petisi itu juga mendesak pimpinan redaksi masing-masing media untuk memberikan klarifikasi secara tertulis serta melakukan konfirmasi dan komunikasi dengan pihak universitas.
"Surat keberatan dan petisi ini dibuat atas dasar menanggapi pemberitaan yang telah beredar tanpa ada tekanan dan paksaan dari pihak manapun," tutup surat petisi tersebut.
Total ada 217 mahasiswa dari berbagai jurusan yang turut menandatangani petisi. Dengan rincian 37 mahasiswa jurusan Tourism, 39 mahasiswa jurusan Teknologi, 42 mahasiswa jurusan Informasi Teknologi, dan 36 mahasiswa jurusan Manajemen, 38 mahasiswa jurusan Marketing dan Distribusi, dan 25 mahasiswa jurusan Komunikasi.
Universitas Hsing Wu dalam satu pernyataan, memprotes tuduhan tersebut telah merusak reputasi perusahaan-perusahaan yang ikut dalam skema magang untuk memberikan pengalaman kerja kepada para mahasiswa.
"Para mahasiswa tak pernah dieksploitasi," tegas pihak unversitas.
[wid]
BERITA TERKAIT: