Setelah sempat menguat akibat kepanikan di akhir pekan, Indeks Dolar AS (DXY) ukuran kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama termasuk Euro dan Yen, akhirnya melandai. DXY turun 0,39 persen ke level 98,07 seiring kembalinya optimisme pasar terhadap jalur diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran.
Penurunan ini menandai meredanya perburuan aset safe-haven. Meski tensi sempat memanas akibat insiden penyitaan kapal kargo Iran, langkah Pakistan yang berupaya memediasi perundingan damai memberikan napas lega bagi investor.
Akibatnya, Dolar AS pun melemah terhadap sejumlah mata uang utama, dengan Euro menguat ke posisi 1,1781 Dolar AS dan Pound sterling naik ke 1,3535 Dolar AS.
Secara tren bulanan, posisi Dolar sebenarnya masih dalam tekanan dengan koreksi sebesar 1,78 persen sepanjang April.
Analis menilai puncak kekhawatiran pasar sudah terlewati pada Maret lalu, sehingga saat ini pergerakan Dolar cenderung lebih stabil.
Meski begitu, indeks DXY tetap dibayangi ketidakpastian dari pasar energi global dan rencana dengar pendapat calon Bos Fed, Kevin Warsh, yang akan menentukan arah kebijakan moneter AS ke depan.
BERITA TERKAIT: