Dia menyebut perubahan iklim sebagai ancaman eksistensial dan memperingatkan bahwa sudah waktunya untuk mengambil kesempatan terbaik yang dimiliki.
Dia mencatat meningkatnya intoleransi, perpecahan geo-politik dan ketidaksetaraan, yang mengakibatkan orang-orang mempertanyakan dunia di mana segelintir orang memiliki kekayaan yang sama dengan separuh umat manusia.
"Tapi ada juga alasan untuk berharap," katanya.
"Saat kita memulai Tahun Baru ini, mari kita tekad untuk menghadapi ancaman, mempertahankan martabat manusia dan membangun masa depan yang lebih baik bersama," sambungnya seperti dimuat
The Guardian.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: