Protes itu adalah yang terbaru dalam gelombang demonstrasi yang dimulai di sebagian besar Sudan pada 19 Desember lalu.
Protes mulanya menentang kenaikan harga tetapi kemudian berkembang menjadi gerakan melawan pemerintah Presiden Omar al-Bashir, yang berkuasa sejak kudeta militer 1989.
Demonstrasi itu bertepatan dengan memburuknya kesengsaraan ekonomi yang menyebabkan devaluasi mata uang, kelangkaan bahan bakar, dan kenaikan tajam harga roti, tarif utama bagi sebagian besar orang Sudan.
Pihak oposisi Partai Kongres Sudan mengatakan bahwa beberapa jam setelah protes dimulai di Omdurman di tepi barat Sungai Nil pada hari Jumat (28/12), pemimpinnya, Omar el-Digeir, ditangkap oleh pasukan keamanan.
"Dia telah dibawa ke lokasi yang tidak diketahui," kata partai itu dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat
Al Jazeera (Sabtu, 29/12).
Asosiasi Penulis Sudan mengatakan bahwa penyair terkenal, Mohamed Taha, juga telah ditangkap pada awal pekan kemarin setelah dia berpartisipasi dalam protes di Khartoum.
"Kami tidak tahu keberadaannya," kata asosiasi itu.
[mel]
BERITA TERKAIT: