Palestina: Pengakuan Australia Soal Yerusalem Barat Tidak Bertanggungjawab

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 15 Desember 2018, 21:56 WIB
Palestina: Pengakuan Australia Soal Yerusalem Barat Tidak Bertanggungjawab
Ilustrasi/Net
rmol news logo Langkah Australia mengakui Yerusalem Barat sebagai ibukota Israel merupakan tindakan yang tidak bertanggungjawab.

Begitu kata pejabat senior Palestina, Saeb Erekat. Dalam sebuah pernyataan dia mengatakan, keputusan Australia untuk membuka kantor perdagangan di kota itu melanggar resolusi PBB.

"Sejak awal, kami telah merasakan keputusan pemerintah Australia untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel sebagai salah satu tempat politik domestik yang picik," katanya dalam sebuah pernyataan (Sabtu, 25/12).

"(Australia) mengarahkan kebijakan yang tidak bertanggung jawab yang bertentangan dengan perdamaian dan keamanan dunia," tambahnya.

Dia menggarisbawahi, masalah Yeruselam yang sama-sama diklaim oleh Israel dan Palestina merupakan titik negosiasi perdamaian kedua negara.

"Yerusalem tetap menjadi masalah status final untuk negosiasi, sementara Jerusalem timur, di bawah hukum internasional, merupakan bagian integral dari wilayah Palestina yang diduduki," tambahnya seperti dimuat Al Jazeera. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA