Makassar Gaet Minat Kerja Sama dari 16 Negara Lewat Gastrodiplomasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Selasa, 30 Juni 2026, 14:33 WIB
Makassar Gaet Minat Kerja Sama dari 16 Negara Lewat Gastrodiplomasi
Gelaran Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS): Diplomatic Tour Goes to Makassar 2026 (Foto: Kemlu RI)
rmol news logo Upaya Indonesia memanfaatkan kekayaan kuliner sebagai instrumen diplomasi kembali membuahkan hasil. 

Melalui gelaran Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS): Diplomatic Tour Goes to Makassar 2026 yang berlangsung pada 23-25 Juni 2026, Kota Makassar berhasil menarik minat 16 negara sahabat untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama strategis.

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri bersama Pemerintah Kota Makassar itu diikuti 40 diplomat asing dari 27 negara, terdiri dari duta besar, kepala perwakilan, konsul jenderal, hingga diplomat senior yang membidangi ekonomi, perdagangan, investasi, dan kebudayaan. 

Mengusung tema “Bringing Flavours, Cultures and Business Opportunities”, para peserta diperkenalkan pada kekayaan kuliner, budaya, serta potensi ekonomi Sulawesi Selatan yang sejak berabad-abad lalu dikenal sebagai salah satu jalur rempah dunia.

Berbagai agenda digelar selama kegiatan, mulai dari live cooking demo kuliner khas empat etnis terbesar di Sulawesi Selatan, pertunjukan kolosal I La Galigo, forum bisnis dan investasi, pameran produk UMKM siap ekspor, hingga sesi one-on-one business matching antara diplomat asing dan pelaku usaha lokal.

Para peserta juga mengikuti pertemuan khusus dengan Pemerintah Kota Makassar, peragaan busana wastra Nusantara, serta kunjungan ke sejumlah destinasi wisata unggulan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa gastronomi memiliki kekuatan untuk mempererat hubungan antarbangsa melampaui batas geografis dan bahasa. 

“Gastronomi memiliki kekuatan unik untuk menyatukan orang, memungkinkan kita untuk berbagi cerita, tradisi, dan nilai-nilai tanpa batas dan bahasa,” ujar Wali Kota Munafri dalam sebuah pernyataan, dikutip Selasa, 30 Juni 2026.

Senada dengan itu, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Heru H. Subolo, menilai pengalaman berbagi hidangan dapat menjadi fondasi bagi lahirnya kepercayaan dan kolaborasi yang berkelanjutan. 

“Makan bersama dapat menumbuhkan pemahaman, menciptakan kepercayaan, dan membuka jalan bagi kolaborasi yang seringkali berlanjut jauh melampaui meja makan," kata dia.

Hasil konkret pun mulai terlihat. Berdasarkan rekapitulasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, sebanyak 16 negara, termasuk Fiji, Kosta Rika, Meksiko, Nigeria, Polandia, Peru, dan Tunisia, menyatakan minat untuk melanjutkan pembahasan kerja sama. 

Bidang yang dijajaki mencakup pembentukan sister city, kerja sama pendidikan dengan Universitas Hasanuddin, pengembangan kawasan industri, hingga ekspor komoditas unggulan seperti kopi, gula aren, hasil perikanan, rempah-rempah, tekstil, dan madu.

Antusiasme para diplomat juga tercermin dari testimoni yang disampaikan selama kegiatan. Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Y.M. Pekka Kaihilahti, mengaku terkesan dengan cita rasa kuliner Makassar. 

“Saya suka makanan Indonesia… mungkin makanan laut terbaik yang pernah saya makan (di Indonesia) ada di Makassar,” tuturnya. 

Sementara Duta Besar Peru untuk Indonesia, Y.M. Luis Raúl Tsuboyama Galván, menyoroti posisi strategis Makassar sebagai gerbang Indonesia timur sekaligus kekayaan budayanya. 

“Kami belajar lebih banyak tentang budaya Makassar, Bugis, Toraja, Makassar… (Indonesia) adalah negara kepulauan yang besar, (setiap) pengalaman berbeda," pungkasnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA