Pelatihan selama tiga hari, 7-10 Desember 2018 di Hlegu Township, Yangon, Myanmar, ini secara resmi dibuka oleh Dubes RI untuk Myanmar, Iza Fadri di gedung pertemuan Central Agricultural Research and Training Center (CARTC).
Dua tenaga ahli pertanian diutus dalam pelatihan ini.
Melalui keterangan tertulis yang diterima, Minggu (9/11), Dubes RI Iza Fadri menyampaikan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kontribusi Indonesia untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Selain itu juga sebagai salah satu upaya pemerintah RI untuk membantu pemerintah Myanmar yang tengah meningkatkan kapasitasnya di bidang pertanian.
Sementara itu Direktur Regional Yangon pada Kementerian Pertanian, Peternakan, dan Pengairan Myanmar U Kyaw Kyaw menyampaikan, negaranya memiliki kebutuhan untuk meningkatkan kualitas produk buah-buahan dan sayuran.
Pelatihan tersebut diikuti 23 orang petani asal enam kawasan di seluruh penjuru Myanmar yakni, Mandalay, Bago, Yangon, Nay Pyi Taw, Shan, dan Rakhine. Selain petani, tujuh orang peserta lainnya dari kalangan pemerintah, akademisi, dan LSM yang bergerak di bidang pertanian.
Para peserta akan belajar mengenai teknik budi daya dan pengolahan pasca panen untuk komoditi sayuran berdaun seperti kangkung, pokcai, sawi, kol, dan bayam.
[wid]
BERITA TERKAIT: