Hal itu disampaikan oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe kepada media
Financial Times.
Abe mengatakan bahwa Inggris pasca Brexit, atau proses hengkangnya Inggris dari Uni Eropa, akan kehilangan perannya sebagai pintu gerbang ke Eropa. Namun, Inggris bisa mempertahankan kekuatan globalnya.
Untuk diketahui, TPP sendiri adalah perjanjian perdagangan antara 11 negara, termasuk Jepang, Kanada, Australia dan Malaysia.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik negaranya dari perjanjian tersebut tahun lalu, segera setelah memasuki Gedung Putih.
Inggris akan resmi meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret 2019.
Inggris hanya akan dapat bergabung dengan blok jika itu meninggalkan pabean persatuan Uni Eropa dan mampu menetapkan tarifnya sendiri.
Sementara itu, Jepang merupakan investor utama di Inggris, di mana lebih dari 800 bisnis Jepang mempekerjakan lebih dari 100.000 orang di Inggris.
Namun dalam perjalanan ke Brexit beberapa perusahaan keuangan Jepang mengatakan mereka berniat untuk memindahkan basis utama Uni Eropa mereka jauh dari London.
[mel]
BERITA TERKAIT: