Kavanaugh berada di Gedung Putih selama 9 jam untuk berdiskusi dengan Presiden AS Donald Trump membahas kehebohan tuduhan kekerasan seksual yang menimpa dirinya terhadap seorang perempuan bernama Dr. Christine Blasey Ford semasa remaja.
Saat Kavanaugh sedang berada di Gedung Putih bersama Presiden Trump, Komisi Yudisial di Senat Amerika Serikat (AS) pada Senin (17/9) mengumumkan bahwa mereka menunda pemungutan suara terhadap Kavanaugh yang semula dijadwalkan pada hari Kamis mendatang.
Selanjutnya, Komisi Yudisial Senat memutuskan untuk mengundang Kavanaugh beserta korban kekerasan seksualnya Christine Blasey Ford untuk duduk bersama memberikan kesaksian dibawah sumpah pada hari Senin mendatang (23/9).
Rapat yang akan menghadirkan Kavanaugh dan Ford akan dimulai pada jam 10 pagi.
Kavanaugh adalah Calon Hakim Agung pilihan Presiden AS Donald Trump untuk menggantikan Hakim Anthony Kennedy.
Begitu ia diumumkan menjadi Calon Hakim Agung pada bulan Juli lalu, perempuan mengklaim bahwa ia merupakan korban kekerasan seksual Kavanaugh semasa sekolah. Perempuan itu bernama Dr. Christine Blasey Ford.
Christine Blasey Ford menuduh Kavanaugh telah menjepit dirinya ke tempat tidur dan mencoba menanggalkan pakaiannya ketika mereka masih remaja.
Setelah Komisi Yudisial Senat mengumumkan bahwa Kavanaugh dan Ford akan didengar keterangannya pada hari Senin mendatang, Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden Trump tetap berdiri bersama Kavanaugh dan tidak mencabut dukungannya atas pencalonan Kavanaugh.
[ian]
BERITA TERKAIT: