Didesak Mundur, Paus No Comment

Pejabat Vatikan Dituding Tutupi Skandal Seks

Selasa, 28 Agustus 2018, 08:14 WIB
Didesak Mundur, Paus No Comment
Paus Fransiskus/Net
rmol news logo Paus Fransiskus didesak mundur gara-gara dituding menyembunyikan pelecehan seksual yang dilakukan bekas Kardinal Theodore McCarrick, uskup agung dari Washington DC, Amerika Serikat (AS). Tenang menanggapi isu itu, Paus tidak mau berkomentar.

 Tudingan itu tercantum dalam pernyataan setebal 11 halaman yang diserahkan Uskup Agung Carlo Maria Vigano ke­pada media Katolik Roma dalam kunjungan Paus ke Irlandia.

"Saya membaca pernyataan itu. Saya membacanya dan saya akan mengatakan dengan tulus bahwa saya harus mengatakan ini, kepada Anda (wartawan) dan Anda se­mua yang tertarik: baca dokumen dengan seksama dan menilainya sendiri," jawaban diplomatis Paus.

Paus berbicara dengan war­tawan di pesawat Kepausan yang kembali ke Roma dari Dublin, Irlandia.

"Saya tidak akan mengatakan satu kata pun tentang ini. Saya pikir pernyataan itu berbicara untuk dirinya sendiri dan Anda memiliki kapasitas jurnalistik yang cukup untuk membuat kesimpulan Anda sendiri," tambah Paus.

Vigano menganggap Paus telah mengetahui tuduhan-tudu­han penyelewengn seks McCa­rrick selama lima tahun setelah menerima pengunduran dirinya bulan lalu. Vigano juga mend­esak Paus untuk mengundurkan diri. Tak hanya itu, Vigano juga menuding sejumlah pejabat Vatikan yang bertugas di masa lalu dan pejabat Gereja AS yang menutupi kasus McCarrick.

"Dalam saat yang sangat dra­matis bagi Gereja universal, dia harus mengakui kesalahannya dan, menjaga prinsip yang sudah dinyatakan tentang toleransi nol, Paus Francis harus yang pertama jadi contoh baik bagi para kardinal dan pastur yang menutupi penyelewengan Mc­Carrick dan mengundurkan diri bersama mereka," kata Vigano, duta besar Paus di Washington pada 2011 hingga 2016.

Vigano telah memberitahu para pejabat tinggi Vatikan pada awal 2006 bahwa McCarrick disangka melakukan penyele­wengan seks terhadap seminari dewasa ketika dia uskup di dua diose New Jersey antara 1981 dan 2001.

McCarrick (88) pada Juli menjadi Kardinal pertama yang mundur dalam kepemimpinan gereja. Dia mengundurkan diri bulan lalu dengan malu dan di­lucuti gelarnya setelah tuduhan telah menyiksa seorang anak kecil hampir 50 tahun yang lalu dan juga memaksa seminaris laki-laki dewasa untuk berbagi tempat tidur bersamanya.

Paus Fransiskus menerima pengunduran McCarrick seba­gai kardinal bulan lalu. Seperti dilansir dari Associated Press, penyelidikan gereja di AS men­etapkan bahwa tuduhan bahwa dia telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, adalah benar.

Sejak itu, seorang pria lain maju untuk mengatakan McCa­rrick mulai menganiayanya dim­ulai ketika dia berusia 11 tahun, dan beberapa bekas seminaris mengatakan McCarrick telah melecehkan mereka ketika mer­eka di seminari. Tuduhan telah menciptakan krisis kepercayaan di AS dan hirarki Vatikan.

Ditambah dengan tuduhan dahsyat pelecehan seks dan menutup-nutupi dalam lapo­ran grand jury Pennsylvania baru-baru ini, yang menemukan bahwa 300 imam telah menyiksa lebih dari 1.000 anak-anak lebih dari 70 tahun di enam keuskupan. Vigano menyebut Paus Fran­siskus mengetahui skandal dan berusaha menutupinya. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA