Laga play-off yang berlangsung di Zenica berakhir imbang 1-1 hingga waktu tambahan. Italia sempat unggul lebih dulu lewat gol cepat Moise Kean pada menit ke-15. Namun keadaan berubah setelah bek Alessandro Bastoni mendapat kartu merah di menit ke-42, memaksa Italia bermain dengan 10 orang.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Bosnia untuk terus menekan. Hasilnya, mereka berhasil menyamakan skor pada menit ke-79 melalui Haris Tabakovic yang mencetak gol dari situasi rebound.
Pertandingan pun harus ditentukan lewat adu penalti. Di momen krusial ini, Bosnia tampil sempurna, sementara dua penendang Italia gagal menuntaskan tugas. Bosnia akhirnya menang 4-1 dan memastikan tiket ke putaran final.
Pelatih Bosnia, Sergej Barbarez, memuji mental para pemainnya yang tampil tanpa rasa takut. “Pemain-pemain muda ini punya perasaan yang kuat, mereka tidak banyak berpikir dan bermain dengan ketenangan luar biasa," ujarnya, dikutip dari
Reuters, Rabu 1 April 2026.
Kekalahan ini membuat Gli Azzuri absen di tiga edisi Piala Dunia berturut-turut, sebuah catatan buruk bagi tim yang pernah empat kali menjadi juara dunia.
Winger Timnas Italia Leonardo Spinazzola mengungkapkan rasa sedihnya dengan mengatakan, “Anak-anak Italia akan kembali melihat Piala Dunia tanpa Italia. Ini sangat sulit dipercaya dan menjadi kekecewaan besar bagi kami semua.”
Hasil ini menegaskan kemunduran Italia dalam satu dekade terakhir, sejak terakhir tampil di Piala Dunia 2014. Sementara itu, Bosnia mencatat pencapaian penting dengan kembali lolos ke turnamen terbesar sepak bola dunia dan siap bersaing di panggung global.
BERITA TERKAIT: