Kepala otoritas pemilu Turki Sadi Guven menyampaikan Erdogan mengalahkan rival terkuatnya, Muharrem Ince denÂgan meraih "mayoritas absolut" atau lebih dari 50 persen suara sehingga tidak perlu digelar pemilu putaran kedua.
"Saya telah dipercaya negara dengan tugas-tugas dan kewajiban kepresidenan," ujar ErdoÂgan dalam pidato kemenanganÂnya di kediamannya di Istanbul seperti dilansir kantor berita
AFP, kemarin.
"Kami telah memberikan pelajaran dalam demokrasi keÂpada seluruh dunia," imbuhnya mengenai pemilu Turki yang diikuti sekitar 88 persen pemilih terdaftar.
Menurut kantor berita Turki, Anadolu Agency, Erdogan meÂnang dengan meraih 52,5 persen dalam pemilu yang digelar 24 Juni kemarin. Sedangkan rival terkuatnya, Ince dari partai sekuler Republican People's Party (CHP) meraih 31,5 persen suara.
Erdogan juga menyatakan kemenangan dalam pemiliÂhan parlemen. Dia mengatakan bahwa aliansi yang dipimpin partainya,
Justice and DevelopÂment Party (AKP) dan
Nationalist Movement Party (MHP) telah meraih suara mayoritas dalam parlemen.
Dalam pidatonya, Erdogan berjanji akan mempercepat lahirnya konstitusi baru yang disetujui dalam referendum pada April 2017 mengenai sistem kepresidenan baru.
Dalam referendum itu, 51 persen pemilih Turki mendukung konstitusi baru yang memberikan presiden sejumlah weÂwenang, termasuk menghapus jabatan perdana menteri, menunÂjuk langsung pejabat publik di posisi penting, termasuk menteri dan wakil presiden, mencampuri sistem hukum, dan menerapkan status darurat.
Lawan-lawan politik Erdogan menyebut konstitusi tersebut akan memberikan kekuasaan otoriter bagi Erdogan.
Ucapan SelamatMenteri Luar Negeri IndoÂnesia retno Marsudi menyamÂpaikan selamat atas kelancaran pemilu Turki dan menangnya Erdogan.
"Saya sudah menelepon Menlu Turki langsung dan mengucapkan selamat atas suksesnya Pemilu di sana," ujar Retno usai bertemu Menlu Jepang, kemarin.
Meski sudah ada ucapan resmi dari Menlu Retno, nantinya seÂcara kenegaraan, Presiden Jokowi juga akan menyampaikan ucapan selamat atas Pemilu Turki.
"Segera akan diatur (ucapan selamat dari Presiden Jokowi)," lanjut Retno. ***
BERITA TERKAIT: