India Kian Diminati Wisatawan Indonesia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 30 Mei 2018, 22:56 WIB
India Kian Diminati Wisatawan Indonesia
Wisawatan asal Indonesia di bandara Internasional Indira Gandhi, India/RMOL
RMOL. Jamuan bilateral Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi berlangsung di Istana Merdeka, Rabu (30/5) pagi.

Dalam pembahasan bilateral tersebut diketahui, wisawatan asal Indonesia ke India mengalami peningkatan tajam hingga mencapai 500 ribu orang di tahun 2017. Peningkatan kunjungan itu dapat dilihat dari penerbangan Indonesia-India.

"Dalam kurun dua tahun ini, dari tidak ada, menjadi 28 kali penerbangan setiap minggu. Bahkan mulai April lalu, ada penerbangan langsung Garuda Indonesia dari Bali ke Mumbai," ungkap Jokowi melalui akun Facebook resminya, Rabu (30/5).

Kedatangan Modi disambut hamparan karpet merah disertai  iringan marching band dan dentuman meriam. Usai menggelar pertemuan bilateral di beranda istana keduanya menyampaikan pernyataan pers bersama.

"Kedatangan PM Narendra Modi benar-benar di saat yang tepat, memberikan energi baru bagi hubungan bilateral kedua negara yang akan berusia 70 tahun, tahun depan," papar Jokowi.

India, lanjut Jokowi, tidak hanya menjadi salah satu tujuan wisata warga negara Indonesia. Namun juga menjadi mitra dagang ekspor terbesar Indonesia di Asia Selatan dan Tengah. Total ekspor ditengarai mencapai hampir 15 miliar dollar Amerika Serikat.

"India adalah mitra strategis utama Indonesia di bidang ekonomi," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Sementara itu, di luar bidang ekonomi, India juga mitra strategis Indonesia di bidang politik dan bidang keamanan. Salah satu perwujudannya, adalah kemitraan di bidang maritim.

Indonesia dan India aktif bekerja sama dalam forum Indian Ocean Rim Association (IORA). Serta komunikasi yang intensif terus dilakukan dalam memajukan kerjasama di Indo Pasifik.

"Kedua negara sepakat memajukan kerjasama infrastruktur dan konektivitas, termasuk pembangunan di Pulau Sabang dan Pulau Andaman," papar politikus PDIP yang pernah menjabat Wali Kota Solo dua periode itu.

Nilai strategis hubungan India dan Indonesia, juga ditunjukkan dengan adanya pembaharuan kerja sama pertahanan, dan produksi bersama sejumlah industri strategis termasuk pembuatan water cannon antara PT Pindad dan Tata Motors. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA