Mendagri Pakistan Jadi Sasaran Pembunuhan

Usai Bertemu Pendukung

Selasa, 08 Mei 2018, 08:15 WIB
Mendagri Pakistan Jadi Sasaran Pembunuhan
Ahsan Iqbal/Net
rmol news logo Menteri Dalam Negeri (mendagri) Pakistan Ahsan Iqbal diincar pembunuh. Dia berhasil lolos dari maut, namun mengalami luka tembak di lengan.

Saat insiden terjadi, Iqbal sedang bersiap meninggalkan pertemuan publik di provinsi Punjab, Minggu (6/5).

"Pelaku mencoba melepaskan tembakan kedua ketika polisi dan orang-orang dalam per­temuan itu mengamankannya," kata juru bicara pemerintah Pun­jab, Malik Ahmed Khan, seperti dilansir dari AFP.

Media Pakistan menyebut pelaku bernama Abid Hussain (21). Hussain telah ditangkap dan menunjukkan afiliasinya dengan Tehreek-e-Labaik. Partai itu mendesak pemerintah mem­berlakukan hukum penistaan agama, dengan hukuman maksi­mal berupa hukuman mati.

"Saya tidak bisa mengatakan motifnya saat ini karena alasan keamanan," ungkap Kepala Polisi Distrik Narowal Imran Kishwar seperti dilansir dari Reuters, kemarin.

Ajudan Iqbal, Asim Khan, mengonfirmasi keberadaan pelaku yang kini telah ditahan pihak berwenang. Sementara, Iqbal telah dibawa ke rumah sakit di Lahore. Pihak rumah sakit menyatakan, pria berusia 59 itu berada dalam kondisi stabil.

"Dia stabil, dan baik-baik saja," ujar pejabat rumah sakit yang enggan disebutkan namanya.

Perdana Menteri Pakistan Shahid Khaqan Abbasi mengutuk keras penyerangan tersebut. Begitu pula dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Pakistan, David Hale, yang berharap Iqbal dapat segera pulih.

Iqbal digadang-gadang seba­gai calon perdana menteri Paki­stan. Dia menempuh berpen­didikan di Amerika Serikat dan berasal dari keluarga lama yang terkait dengan Partai Berkuasa Pakistan, PML-N.

Pemilihan umum diperkirakan bakal digelar pada tahun ini, ke­mungkinan pada akhir Juli.

Pemilu akan menjadi ajang pertarungan PML-Nmelawan Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) yang dipimpin bekas bintang kriket Imran Khan.

Di sisi lain, partai yang berkuasa itu telah mengalami serangkaian pukulan, dengan bekas perdana menteri Nawaz Sharif yang dilarang berpolitik untuk seumur hidup.

Sementara, menteri luar negeri Khawaja Asif telah disingkirkan Pengadilan Tinggi Islamabad pada akhir bulan lalu karena me­langgar undang-undang pemili­han. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA