Saat insiden terjadi, Iqbal sedang bersiap meninggalkan pertemuan publik di provinsi Punjab, Minggu (6/5).
"Pelaku mencoba melepaskan tembakan kedua ketika polisi dan orang-orang dalam perÂtemuan itu mengamankannya," kata juru bicara pemerintah PunÂjab, Malik Ahmed Khan, seperti dilansir dari
AFP.
Media Pakistan menyebut pelaku bernama Abid Hussain (21). Hussain telah ditangkap dan menunjukkan afiliasinya dengan Tehreek-e-Labaik. Partai itu mendesak pemerintah memÂberlakukan hukum penistaan agama, dengan hukuman maksiÂmal berupa hukuman mati.
"Saya tidak bisa mengatakan motifnya saat ini karena alasan keamanan," ungkap Kepala Polisi Distrik Narowal Imran Kishwar seperti dilansir dari
Reuters, kemarin.
Ajudan Iqbal, Asim Khan, mengonfirmasi keberadaan pelaku yang kini telah ditahan pihak berwenang. Sementara, Iqbal telah dibawa ke rumah sakit di Lahore. Pihak rumah sakit menyatakan, pria berusia 59 itu berada dalam kondisi stabil.
"Dia stabil, dan baik-baik saja," ujar pejabat rumah sakit yang enggan disebutkan namanya.
Perdana Menteri Pakistan Shahid Khaqan Abbasi mengutuk keras penyerangan tersebut. Begitu pula dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Pakistan, David Hale, yang berharap Iqbal dapat segera pulih.
Iqbal digadang-gadang sebaÂgai calon perdana menteri PakiÂstan. Dia menempuh berpenÂdidikan di Amerika Serikat dan berasal dari keluarga lama yang terkait dengan Partai Berkuasa Pakistan, PML-N.
Pemilihan umum diperkirakan bakal digelar pada tahun ini, keÂmungkinan pada akhir Juli.
Pemilu akan menjadi ajang pertarungan PML-Nmelawan Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) yang dipimpin bekas bintang kriket Imran Khan.
Di sisi lain, partai yang berkuasa itu telah mengalami serangkaian pukulan, dengan bekas perdana menteri Nawaz Sharif yang dilarang berpolitik untuk seumur hidup.
Sementara, menteri luar negeri Khawaja Asif telah disingkirkan Pengadilan Tinggi Islamabad pada akhir bulan lalu karena meÂlanggar undang-undang pemiliÂhan. ***
BERITA TERKAIT: